Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials

Rindu

Rindu

Padamu,
Yang begitu
...
Ah, aku lebam biru
.:Karena rindu

^*Aisy*^
[23 agust 2010]
Yang telah Merantau
Tapi, menulis ini membuatku bingung;
memang pada siapa aku rindu ??

Dan, Kepergian Ini..

Entah, apa aku menanti atau tidak aku ingin atau tidak.. atau aku harap atau tidak semua ini dengan benar dan sebenar-benarnya. Setelah perjuangan yang penuh dengan banyak 'yang' setelah sambutan maaf yang mengikis penghormatan; lewat secarik layar maya; begitu saja tanpa tahu banyaknya 'yang' saat perjuangan itu. Kutemukan satu SELAMAT yang juga tidak dengan penghormatan; hanya lewat secarik layar maya.

Entah, hingga kini aku masih bertanya.. syukuri atau tidak, iklaskan atau tidak, yang kutahu; TERBAIK dari-Nya pantas DISYUKURI dan DIIKLASKAN dan selalu ada jalan mencapai IMPIAN LAIN itu :)

Ah, ya.. aku ada janji; berbagi.
Sebagian kaum, mungkin mengetahui siapa aku dengan manja-nya. Dan, sebuah akhir memulai awal baru; yang akan menjadikan aku entah menjadi apa. SEMARANG; membawaku.

Ibu & Aku; yang selalu menutupi dengan sangat rapat perasaan antar keduanya; yang terbiasa membahasakan maaf & terimakasih tanpa kata-kata. Kami bertaruh siapa yang akan menangis saat aku pergi; dan keduanya sama-sama ber-ego; takkan menangis. takkan.

Nyatanya; kami menangis. Ibuku berurai sedangkan aku sesak; egoku yang tinggi telah menyurutkan air mataku tapi menyesakkan dadaku. Ah, anak nakal. Berhari-hari sebelum aku pergi; mimpi membawaku pada malam yang larut, dengan alasan yang entah apa. Aku tak bisa tidur. Berhari-hari setelah aku pergi; aku-pun tak bisa tidur; dan aku yakin bukan karena rindu, atau karena merasa tak dirindukan.

Sepanjang perjalanan ke semarang aku banyak mengisi hariku dengan tidur; balas dendam. Dengan mobil pribadi jalan jam tujuh pagi dan sampai jam empat sore. Yang paling kusuka; setelah sekian lama.. aku melihat PANTAI ♥ entah pantai apa ^___^

Sampailah aku ditempat kost; ba'da Isya ayah-adik-kakakayah-dan-temanayah yang mengantarku berangkat; kembali ke jakarta. Apa aku menangis? Tidak hanya tenggorokanku kering. Setelah membereskan kamar aku langsung tidur. Esok paginya, aku berencana ke kampus.. namun, aku terdampar di MASJID UNDIP yang letaknya sangaat dekat dengan kost-anku. Setelahnya.. dihari-hari kemudian, aku menghabiskan waktuku disana; berkenalan dengan mba-mba; mengikuti kajian islam; membaca ayat-ayat cinta-Nya.

SEMARANG; yang menyambut kedatanganku tidak jauh berbeda dengan yang kutinggalkan; namun kadang menjadi lebih gersang dan lebih banyak daerah naiiik dan turuun; angkot yang sedikit dan.. yang terasa sekali berbeda.. tidak ada masakan yang menandingin masakan Ibuku dan cucian yang kini lebih sering menantiku.

Yah.. kita semua memang akan sampai pada saat seperti ini. Sampai pada kepergian; banyak kepergian semu, dan yang pasti dan abadi; pada detik waktu yang entah kapan, dan bagaimana nanti keadaan kita, semoga husnul khatimah ^______^

Kucukupkan saja; semoga RAMADHAN-nya sukses ya sahabat..

^*syafiyah*^
[23 Agustus 2010]

Rumah

Rumahku

Sejauh-jauhnya jarak
Tak pernah lebih jauh
Dibandingkan rumah
Karna apa yang ada di dalamnya
.: Penuh cinta

^*syafiyah*^
[11 Agustus 2010]
Yang akan merantau

Aku tahu

Aku tahu

Mata bisumu
.:Hanya untukku

^*syafiyah*^
[11 Agustus 2010]
mencoba membuat kata sederhana;
pengumpul mozaik

Dan rezeki itu...

Bismillahirahmanirahim..

Lama sekali rasanya tidak berbagi cerita, kini hari telah menjejak di bulan Agustus tidak ada sayap-sayap hati di bulan Juni dan Juli, entah aku-pun lupa apa yang menelanku di dua bulan itu.. Mungkin Facebook, bisa jadi target masuk PTN, dan juga penelitian kecil. Ah, sisanya, semoga saja bukan kesia-siaan.

Ini mungkin sayap-sayap hatiku, yang ditadahi sejak lama. Perjuangan demi PTN dan demi biaya yang murah; setelah banting sana dan sini dengan kepositifan yang terus disugestikan pada diri; dan akhirnya Allah swt menjawab.. dan rezeki itu adalah...PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO

Syukur alhamdulillah, tembus di fakultas impianku.. Hmm.. walau.. ehem!! Ya, aku takkan mengeluh; keep syukur, positif, dan berusaha.

Ups, mau shalat tarawih.. Siap-siap aah.. ini dulu sayap-sayap hatiku; see youu...

^*syafiyah*^
[11 Agustus 2010]
Belum buka, ngebet mau nulis XP

Identitas

Semua akan tiba; pada akhirnya. Dan jadi suatu waktu yang biasa; seperti sedia kala. Membawa jiwa yang terkulai; terlanjur lelah karena kata-kata. Matamu yang empiris; menyisakan banyak tanya, yang mengiris hati hingga lapisan paling tipis. Memeras otak hingga terkuras. Bibirmu yang ambigu bilang padaku bahwa itu; untuk sebuah kebenaran. Bibirku yang bisu bertanya padamu; apakah sungguh bukan untuk pembenaran? Matamu yang nyaring memancarkan dua kata; demi kehidupan. Dugaanku yang kalem, beringsut membawa tiga kata; namun membawa kemunafikan. Kau dan aku lelah. Pada malam yang bukan malam. Untuk menemani tidur kau bilang.. Pikiranku serenyah kacang polong; dan pikiranmu seganas harimau, tapi tak lebih buas dari manusia. Kita takjub bersama. Kamu tunggu, aku bilang; ah bisa saja. Saya tunggu, kamu bilang; ya tentu saja. Pada pagi yang bukan pagi. Kita yang terlanjur bersemangat mencari; memutuskan untuk mengakhiri yang kini belum akhir; hingga kita lupa siapa kita, dan seberapa banyak butir waktu di saku kita; kita memutuskan pergi.. sambil membawa kembali identitas yang serupa; tapi tak sama. Dan menyakini; saya dan aku satu; yang membawa berkilometer tanya dan malu; dengan takaran yang sama, dengan misi yang beda. Ya itu kita, kita satu yang terbagi.

^*syafiyah*^
[Rabu, 10 Agustus 2010]
untuk saya dan aku.

Kemesraan Cinta ♥

Audzubillahiminasyaitonirajim Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Muslim muda rahimakumullah.. Kaifa haluk? Semoga sehat selalu dan penuh barakah dari-Nya ya... Sungguh apalagi yang pantas diucapkan selain syukur, Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah DIA berikan kepada kita ♥ Dan sungguh, rasanya istighfar tak pantas kita lepas dari hati ini karena begitu banyak khilaf yang kita lakukan.

Sahabat muslim muda.. Adakah yang tahu ada apa dibalik judul KEMESRAAN CINTA? ^__^ Sekedar berbagi, sesungguhnya telah lama saya ingin menuliskannya, namun sayangnya belum ada mood karena saya sedang 'kasmaran' menulis cerpen dan puisi. Dan, akhir-akhir ini ada yang membuat saya merasa harus menuliskannya, tergerak dari status teman-teman saya dan teman-teman adik saya, yang begitu indah merangkai kata-kata cinta yang lemah. Semoga kaum tersebut tidak tersinggung, sungguh semoga nasihat dari hati, akan masuk ke dalam hati dengan lembut.

Sebelumnya, apakah muslim muda pernah jatuh cinta? Jika belum, mungkin pernah melihat orang jatuh cinta? Atau.. Muslim muda pernah bermesraan? (Ups, sama yang halal kan?) Kalau.. melihat orang bermesraan, pernah? Menurut muslim muda, apa beda keduanya? Antara jatuh cinta dan bermesraan? ^__^

Bagiku, perbedaannya cukup samar, karena keduanya sering kali berhubungan dan tak dapat dilepaskan. Jika jatuh cinta... ada yang menampakkannya dengan indah puisi atau romantisme kata-kata, sering kali tampak malu-malu menimbulkan rona merah jambu, atau menjadi orang lain dengan kekuatan SUPER. Sedangkan kemesraan, adalah pelengkap yang sangat dibutuhkan orang yang dimabuk cinta. Dengannya akan menambah cinta kasih dan ketentraman. Sungguh indah dan suci jika semua itu telah menjadi HALAL atas diri kita, tentu saja.

Pacaran? Kemesraan Cinta-kah? Atau Nafsu semata?
Namun, muslim muda, ketahuilah dan kita tidak dapat menyangkal, banyak fakta yang bicara.. bahwa kemesraan cinta, kini telah jatuh pada kehinaan dalam balutan PACARAN atau TUNANGAN. Realita kini bicara, bahwa banyak sekali alasan yang menjadikan keburukan-keburukan itu diagungkan seakan itu baik lagi benar serta sah-sah saja. Kini, yang lebih memiriskan, banyak sekali jenis dari perzinaan yang disangkal dan dilakoni aktivis dakwah serta orang-orang yang paham agama. Astaghfirullah. Dan, apalagi yang lebih memiriskan? Ketika senda gurau, canda tawa serta kemesraan yang telah menjatuhkan muslim muda pada kelalaian dan dosa, dilakukan dengan terang-terangan. Astaghfirullah, sungguh muslim muda.. marilah kembali kepada istighfar.

Muslim muda, sungguh kita sering kali lupa dan banyak sekali apa-apa yang tidak kita ketahui. Semoga Allah swt memaafkan diri kita ini dan menunjukkan jalan-jalan yang lurus, menyatukan hati-hati yang baik dengan yang lebih baik, meridhai segala kebaikan yang kita usahakan, menjaminkan surga dan kebahagiaan.

Muslim muda, sempat terekam sebuah pertanyaan, 'Inginkah kau dibandingkan?' Saya pribadi tidak, karena saya percaya Allah swt yang memiliki warna-warna di bumi ini, dan telah memberikan warna tersendiri kepada tiap-tiap manusia. 'Inginkah pasanganmu membanding-bandingkanmu dengan pasangan yang lainnya?' Sungguh saya percaya.. Tidak ada manusia yang mau dibanding-bandingkan, sungguh rasanya takkan sudi terlebih jika yang menjadi pembanding adalah kekasihnya dulu; Yang pernah disanjung dan dirindunya setiap hari, yang kehadirannya mendebarkan degup jantungnya, wajahnya selalu terbayang di pagi dan malam, kelembutan suaranya begitu menggetarkan jiwanya, yang sempat bertahta menjadi bidadari di hatinya?. Naudzubillahimindzalik. Sungguh, saya tidak dapat berkata-kata, tidakkah kita semua, wahai muslim muda.. merindukan sosok yang pandai menjaga hati dan tingkah lakunya? Yang membagi hatinya dengan baik lagi benar.

KEMESRAAN CINTA sesungguhnya tidak ada, tanpa jalinan yang SAH dan HALAL. Semua
Kemesraan Cinta hanya ada dalam Pernikahan
keindahan diluar itu adalah semu, palsu, dan hina. Semua yang diluar itu adalah nafsu yang dibawa manusia dan syaiton. Tunjukkanlah kemesraan cinta yang sesungguhnya dengan fitrah yang benar Lillahita'ala. Dan, menunjukkan kemesraan cinta dengan berlebihan, sungguh hanya menjadikannya FITNAH dan perusak hati suatu kaum yang belum mampu menjemput cinta yang hakiki.

Mungkin, inilah catatan singkat yang membuka pagi ini. Semoga segala salah dan khilaf dimaafkan oleh-Nya lalu oleh sahabat muslim muda semua. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Barakallahu Fiikum,
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..
^*syafiyah*^
[25 Juli 2010]
Di pagi yang tidak biasa, menunggu pangeran yang mungkin sibuk mengumpulkan kebaikan Lillahita'ala, Ah.. aku juga mau. Ayo kumpulkan, kamu juga kan muslim muda? ^__^ Lillahita'ala.

Sentak

Seperti seharusnya. Kita sama tahu dengan samar, tentang mengapa kita berbincang. Menjadikan ada kata-kata, yang tiada pernah kita punya. Yang kita sama sadari, tutur kata ini tiada berbalut tulus yang penuh.

Kita yang bosan dengan diam, menumpahkan banyak tinta-tinta..  pada kanvas yang kau genggam erat di sepanjang perjalanan kita. Yang sekedar melukiskan coretan-coretan hitam dan banyak wajah buram, sebagai alasan pertemuan.

Kini, perjalanan membawa kita kepada senja yang kita percepat. Kau tatap arloji di langit kelabu, ah.. berkarat, gumammu sambil menyeka keringat yang telah menyatu dengan denting waktu. Antara kita yang selalu membuka perasaan janggal, terlebih ketika tuturku menyentakmu yang selalu sibuk melukiskan banyak tanya. Entah, dengan tinta warna apa.. merah atau abu? Yah, kau tak pernah beritahu.

Lalu.. keringatmu menetes menjadi hujan yang basahi payungku, saat kita jelas menemukan kata pisah dengan banyak seru diantara coretan-coretan itu. Kau yang tenang dan muram menapakkan jejak, kembali ke selatan dan aku yang diam dan teguh, terhenti di barat. Ah, arloji masih berkarat dan senja datang dengan cepat. Keringatmu telah benar-benar menjadi rinai hujan, yang tak tampak ditengah padang ambisi antara kita. Dan, tinta yang telah kuuraikan untukmu kini menjadi sajak-sajak terpaku, menanti hujan dan kedatanganmu untuk menilai kembali.. tentang pantas atau tidak, baik atau buruk, benar atau salah mimpi yang akan kita tenun dengan angkuh ini.


^*Syafiyah*^
[23 Juli 2010]
Seharusnya kau tahu, kita belum menuntaskan apa-apa
Dan tenunan ini tertuda, kau tak berkabar.
Padahal, benang-benang telah kucari..
Dan, aku butuh jarum
Juga tangan dan ambisimu

Kau yang sepertiku
memang memilih begini dan begitu
Yah, aku tahu.
Itulah dan Inilah kita.
Kita sama

Gadis Kemarin...

Perjumpaan yang sering kali janggal, menyisakan keganjalan lainnya. Puisi telah menghadirkan cerita yang menggulirkan kedahsyatan tanya anta kamu, dia, dirinya, mereka, ini, itu dan aku. Tahukah, bahwa diantara jejak cerita, ada semilir angin membawa banyak pergolakan, hingga kini dan akan selalu membawa banyak gejolak dalam iringan kisah baru, dan aku percaya DIA masih akan membawa kisah-kasih yang lain. Entah masih terkait kamu, atau dia, mereka, kami, ini-itu atau diri-Nya.

Ah, kawanku, kita selalu tahu malam menyerpihkan banyak mimpi, dan terkadang angan terlalu menjulang tinggi. Dan, kita-pun tahu, apa-apa akan kembali, dan kita jelas sangat tahu.. hati tak bisa dibohongi. Namun, kita jelas lebih memahami.. terkulai kepada ketidakberdayaan dan kebohongan sering kali jadi menu utama.

Kawanku, kini, penyangkalan tak bisa lagi aku cintai. Aku tahu yang aku mau. Aku ingin yang aku mau. Matamu yang lalu, tak benar mengerti aku. Maka, agar lebih mudah kau pastikan, tataplah aku. Aku mau kamu tahu... benar-benar tahu.. aku waktu itu adalah aku.. si gadis kecil kemarin. Ya, kemarin. Dengan segala kekanakan, dan keterjagaan.


Sekarang.. waktu yang bergulir, mengingatkanku bahwa sesungguhnya mimpi yang dibawa serpihan malam.. mengajarkanku untuk beristighfar. MengingatNya. Dan, sungguh kita harus tahu.. ujian yang jadi nafas kita datang dari segala sisi, godaan yang tidak diharapkan atau mungkin dinantikan, akan menjerumuskan kepada diri kita yang lain. Yang lebih gelap lagi suram. Dan kawan, kita selalu tahu, DIA menciptakan ujian untuk membuktikan iman. Buktikanlah. Buktikanlah. Dan percayalah.




Itu saja..
~*Syafiyah*~
[18 Juli 2010]
Teruntuk semua masa laluku,

Cinta Yang Biru I

Part I

"Tuhan tidak adil! Aku tahu itu. Setelah merebut ayah dan ibu dengan melumatkan mereka pada waktu-waktu dan uang, Tuhan masih tak puas, dia mengambil teman-temanku pada keabadian sekaligus memberikan kelumpuhan padaku. Apa maumu Tuhan? Apa? Kau ingin airmataku menjadi pembayarnya? Tidak Tuhan, air mataku sudah kering sejak kecil." Air mata perempuan berjilbab biru itu menetes membasahi tulisan dalam diarynya, bibirnya beristighfar, jemari tangannya menulis kembali.. "Tuhan, maafkanlah aku yang dulu, kini aku memohon padaMu, jagalah dirinya jika kembali padaku adalah baik maka aku adalah golongan yang akan bersyukur, jika kembali padaMu adalah yang terbaik, jadikanlah aku golongan yang sabar dan ikhlas, dan kuatkanlah diriku.."
~*~