Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials

Terharu


"Terharu. Kata itulah yang selalu mengiringi ingatan saya ketika kembali pada tanggal 29 September 2013, hari dimana (bahasa saya saja) ada sebuah silaturahim akbar, inti acara itu sesungguhnya hanyalah tentang silaturahim saya, ayah dan dirinya, namun disertai juga dengan silaturahim keluarga besar saya dan keluarga besar orang yang saat itu masih begitu asing, melainkan juga teman-teman yang begitu saya sayangi, serta tetangga yang mungkin sebagian besar tidak tahu bahwa di daerah itu hiduplah seorang gadis bernama "Vera". Saya benar terharu mendapati adik-adik, teman mengaji, kakak kelas, dan sahabat-sahabat dari Semarang yang bela-belain naik kereta 2x dalam kurun waktu 24 jam menempuh waktu sekitar 16 jam beserta macet dan kesasar. Beberapa diantaranya malah mencari tempat yang bisa disinggahi untuk menginap. Dan beberapa diantaranya bahkan datang ketika maghrib, menyempatkan diri setelah suatu acara, ah terharu. Serta teman KKN dan kekasihnya yang tersasar sana-sini hingga akhirnya sampai. Ada juga teman SMP yang bela-belain datang sehari sebelum acara, langsung dari Bogor dan izin dari agenda ini-itu untuk hari H hanya buat bertemu muka dan berbagi cerita. Lebih-lebih teman-teman komunitas yang sudah sekian lama tidak berjumpa akhirnya dipertemukan lagi di hari itu, mereka yang dulu ditemui pas ABG kini sudah beranjak dewasa, ah waktu, bahkan ada yang sudah membawa satu prajurit ganteng loh ^^. Nah, yang tidak boleh tidak disebut adalah keluarga Rohis SMA yaitu kakak-kakak, adik-adik, dan khususnya angkatan 2010 yang sudah meluangkan waktu dari berbagai agenda padat mereka, mereka yang memorinya selalu ngangenin. (Ah ya untuk adik-adikku saya tidak terbayang bagaimana kalian membungkus kado dan membawanya ke rumah, berat banget loh, dan ketika dirangkai berasa kalau kita dikerjain  panduangannya bikin cenat-cenut kepala, si dia sampai begadang loh hehe). Ada juga senior yang baru punya baby yang datang di hari sabtunya sebab salah hari, terakhir ketemu beliau adalah ramadhan 2010 saat masih nyinggel tak tahunya bertemu sudah bawa si tembem. Dan, umahat yang aku sayangi (senior juga) yang tanpa diduga datang bersama mertuanya. Senangnya. Apalagi bertemu sama sohib main SMA, yang sudah lebih dari 3 tahun tidak bertemu, jarang sekali terkoneksi, disana-dipelaminan- kita berjam-jam ngobrol tanpa henti nyuekin si dia, lucu kalau diingat. Nah, ada juga teman main yang nyebelin sangat, mungkin harus di capslock nyebelinnya, yaitu... geng SMP, yang ketika dikabari aku mau nikah mereka tuuuuh... flaaaat banget seakan-akan tidak ada tanda-tanda kehidupan, kupikir mereka tidak akan datang sebab sibuk dengan agenda mereka, gak tahunya tiba-tiba datang serombongan dan ketawa haha-hihi-haha-hihi, ternyata mereka melakukan koordinasi sendiri. Yah well mereka memang begitu ^^ sekalipun udah lama nggak ngobrol dan temu muka tetap ngangenin deh. Pun juga dengan beberapa teman SD yang sayangnya tidak sebanyak yang diharapkan, sebab pas liburan tidak ikut reuni harapannya bisa reuni disini, lumayanlah ada beberapa yang hadir. ^^ Sekalipun ada raga-raga yang tidak hadir, namun saya menemukan kumpulan hadiah yang dititipkan, ah... terharu sekali mendapatkannya, insyaAllah akan sangat bermanfaat.

Yeah, tidak ada yang bisa dikatakan selain alhamdulillah wa syukurillah, 'terimakasih telah ada dalam perjalanan hidupku' kata inipun mungkin tidak bisa mewakili sepenuhnya, ah ya sudahlah, maklum lagi terharu :')"

-lo(ve)- 

[Susahnya... TUGAS ISTRI itu..!]


-catatan singkat saja-

Tugas istri, hmm... dulu sih ketika masih sibuk-sibuknya masuk keluar kelas di kampus atau sekolah, kalau ketemu yang namanya tugas semangat sekali mengerjakannya (kecuali yang eksak ya hehe), apalagi kalau sekelompok sama yang kooperatif dan bisa dibagi jobdesk dengan jelas sehingga meminimalisir pekerjaan yang tidak maksimal. Nah, sekarang... deskripsi tugasnya sudah berbeda sebab peran yang diambilpun berbeda, bukan lagi jomblo/singel, mahasiswi kura-kura (kuliah rapat 2x), tukang update, anak sulung yang hobi sms gak jelas, atau sekedar wanita yang hobi kelayapan dari satu masjid ke mesjid lain. Katanya sih, peran yang saya ambil ini besaaar sekali (oh yea? perasaan aja mungkin), yaitu menjadi Nyonya X alias istri orang. Sebab perannya besar, otomatis tugas-tugasnyapun besar juga, semisal... yang menempati strata kedua, dibawah taat kepada Allah dan Rasulnya, adalah taat kepada suami dalam ketaatan kepadaNya, ini tugas yang tidak bisa ditawar-tawar, wajib bin sangat! Bisa-bisa shalatnya istri tidak diterma karena tidak taat suami, atau sepanjang malam atau sepanjang ia diluar rumah ia dijauhi malaikat. Hiii...

Selain itu, tugas yang lainnya tidak kalah besar, saya tidak akan berkaca kepada rumput tetangga yang lain, berkaca pada tugas saya sendiri sajah ya (ceritanya begitu). Yang pertama yang harus saya lakukan adalah, makan-makanan bergizi, tidur yang cukup, hindari stress, dan memupuk tabungan. Tugas kedua saya adalah menyelesaikan skripsi yang diakomodasi penuh oleh investor bernama suami, ditemani oleh supir ojek yang -kadang- siap sedia. Tugas ketiga terkait sandang, pangan, papan adalah merasa nyaman dengan rumah yang disediakan dan sudah bersih, menutup aurat dengan pakaian-pakaian yang telah disiapkan, dan mencicipi masakan atau menyediakan waktu untuk diajak mencicipi masakan diluar sana (Ya, ini menyibukkan sekali, hehe). Tugas keempat, tidak meminta banyak barang-barang tersier, tidak boleh tivi (agree!), kulkas belum boleh, perhiasan? untung saja saya juga tidak nge-blink, dan tas yang saya kumpulkan pas single masih cukup sekali. Tugas kelima, siap sedia mendengarkan taujih, ilmu, atau sekedar duduk mendengarkan tilawah. Tugas keenam, kalau saya mau katanya boleh mijitin atau bikinin teh hangat, sekali lagi... kalau saya mau.

Yup, tugas istri ternyata memang sangat berat! Jadi, ada yang sudah mau jadi istri orang...? Ini mungkin bisa menjadi gambaran betapa mengerikannya menikah itu, hwehehehe~

-- Peace, Love & Syari'

Vera, last 2013

ENAM TANDA KEBODOHAN



Diriwayatkan dari al-Hasan bin 'Alawiyah, beliau berkata: "Muhammad bin Manshur berkata: "Ada enam hal yang menandakan KEBODOHAN seseorang:

1. Marah tanpa alasan.
2. Berbicara dalam hal yang tidak ada manfaatnya.
3. Nasihat bukan pada tempatnya.
4. Menyebarkan rahasia.
5. Percaya kepada setiap orang.
6. Tidak bisa membedakan antara teman dan lawan."

Diriwayatkan dari Wadiah al-Anshari, beliau berkata: "Aku mendengar Umar bin al-Khaththab sedang menasihati seseorang, beliau berkata:

"Janganlah engkau mengucapkan sesuatu kecuali hal yang penting bagimu, kenalilah musuhmu dan berhati-hatilah terhadap teman kecuali orang yang sangat dipercaya. Seseorang tidak dikatakan terpercaya kecuali jika ia takut kepada Allah .

Janganlah kalian berjalan dengan orang yang suka melakukan maksiat, karena (jika demikian) dia akan mengajarkan kejelekan kepadamu, dan janganlah kalian menampakkan rahasia dan urusanmu kecuali kepada orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ."

Al-Auza'i berkata: "Aku mendengar Bilal bin Sa'ad berkata:

"Temanmu yang selalu mengingatkanmu tentang urusan akhirat ketika berjumpa denganmu lebih baik daripada teman yang setiap kali berjumpa denganmu dia memberimu uang sebanyak seribu dinar."

(Shifatush Shafwah, Ibnul Jauzi)

[Menjaga Rasa Syukur]



Kita pasti sepakat, (eh, mungkin saya aja yang sepakat) bahwa mengeluh di facebook itu seperti buang sampah tidak pada tempatnya. Walau ada beberapa keluhan yang jika bijak diolah dapat menciptakan rasa manis-asin-asem yang pas sehingga dapat membawa faidah atau hikmah tersendiri. Sayangnya rasa-rasanya banyak pula penggemar kelah-keluh-resah tanpa juntrungan yang jelas sekedar aduh-aduh, hiks hiks lantas pergi, bahasanya kasarnya sekedar numpang "kentut" di home lalu kabur setelah plong, terlebih tanpa rasa bersalah telah memberi bau menyengat.

Syukurnya polusi itu mungkin sudah banyak kita sadari bahayanya. Namun, adakah yang menyadari bahaya polusi yang satu ini di dunia per-facebook-an atau di dunia maya ini?

Sebut saya, polusi ini namanya polusi "Bahaya Bahagia". Yup, di dunia ini mungkin perasaan Bahagia-lah yang paling banyak dicari-cari, ada yang begitu yakin dapat menemukan bahagia hakiki dalam lautan harta, jutaan wanita, mendunianya nama, atau tingginya martabat keluarga. Ada yang lebih tenang, dengan menyakini bahagia dapat ditemukan dalam hati yang merasa cukup, dalam kekhusyukan beragama, dalam keceriaan anak-anak, atau dalam seutas senyum sederhana di malam ini.

Bersyukurlah orang-orang yang mendapatkan karunia kebahagian itu, baik dengan sebab-sebab sederhana.

Tapi, sayangnya... kebahagiaan itu dapat menjadi bahaya mematikan, polusi baru, dalam dunia perfacebookan, bila ia diumbar dengan berlebihan sebab kurangnya kita bersabar menahan diri.

Bahaya polusi ini tidak lain adalah mencabut rasa syukur dihati orang-orang, dan menambah kedengkian orang-orang yang dengki, dan sungguh orang dengki itu berbahaya bagi kita (ingatlah surat al-falaq)

Hal yang harus sama kita sepakati, bahwa di dunia maya dan dunia nyata ini ada saja orang yang hati-nya memiliki penyakit super kronis, ada orang yang memiliki angan-angan super tinggi, ada jiwa-jiwa yang begitu lemah, ada orang-orang yang lupa dengan takdir dan kehendak Allah, yang mungkin... sebab hal ini, membuat kabar kebahagiaan-kebahagiaan kita (yang kita bagi secara berlebihan dan tidak pada tempatnya) menjadi bom bunuh diri, pil pahit, tikaman dalam bagi mereka, hingga tercabutlah rasa syukur dari diri mereka.

Yang sedang lulusan S1/S2, jagalah ia yang lulus SMA-pun susah payah
Yang dalam keadaan berkecukupan, jagalah perasaan yang kekurangan harta
Yang sudah menikah, jagalah perasaan yang belum juga menikah
Yang sudah bekerja, jagalah perasaan yang belum bekerja
Yang sedang hamil, jagalah perasaan yang belum dikaruniai
Yang sedang sehat dan kuat, jagalah perasaan ia yang sakit-sakitan
Yang bertubuh cantik menawan, jagalah perasaan yang kekurangan dalam fisiknya

Jagalah ia, dengan menahan diri dari mengumbar kebahagiaan dengan berlebih. Jagalah ia, dengan cukup membaca hamdalah dan berakhlak mulia. Jagalah ia, dengan kata-kata yang penuh faidah bukan sekedar sensasi saja.

Maka, sesungguhnya ia akan indah, menenangkan, dan mendamaikan jiwa.

Dan, tentunya... jika kita memahami, bahwa menahan diri dan menjaga orang lain semata-mata bukanlah karena ada yang dengki atau iri atau ada yang rapuh lagi lemah, melainkan semata-mata demi menjaga kesyukuran yang sempurna baik dalam kenikmatan atau tidak dalam kenikmatan itu sendiri. Kita, sama menjaga diri menjadi pribadi yang penuh syukur dalam kesabaran.

Lo(ve), 2013

Positive!

My last november, and no post! Where I have been? Yeah... Gone a while. And this post only a short report or information. Last month i cant accessed my internet, and this month i am too weak to think and write. This is maybe because "the positive" have been growing up inside me. Yeah, happiness thing. So, please pray the best for us. Barakallah. ^^

-- lo(ve)

Kangen


"Mengapa menunggu beberapa jam tampak begitu berat dibanding menunggu 22 tahun 5 bulan dalam menanti kepulanganmu? Sungguhnya kalau kamu mau tahu, nyatanya sudah sejak lama aku kangen kamu. Dan akan terus kangen kamu. Jauh sebelum 36 jam lalu sejak kamu tidak disisiku. Ataupun 27 hari lalu saat pertama kali kita bertemu. Kangen itu ada. Bedanya, dulu aku tidak mengenalmu. Dan bedanya lagi... kini rasa kangennya jauh lebih kuat setelah aku mengenalmu. Aku kangen kamu, tapi... pulanglah nanti-nanti, agar temu menjadi lebih merindu." -- lo(ve)

Labirin Perempuan

Jika diibaratkan oleh suatu hal, hati perempuan bisa jadi mirip sebuah labirin dengan satu pintu masuk namun ada banyak jalan keluar. Sayangnya tempat menuju jalan keluar itu tidak mudah dicapai, ada jalan-jalan yang begitu berliku,  berkelok, ada juga yang begitu gelap, bahkan tak sedikit yang buntu sehingga ia butuh berbalik. Hal ini yang bisa jadi membuatnya sulit ditemukan atau sulit menemukan. Jangankan orang lain diminta untuk memahaminya, ia sendiri tak jarang terjebak dengan pemahamannya sendiri. Perempuan seringkali merasa “orang lain sudah paham maksudnya” tanpa harus ia ucapkan, atau jika ia terpaksa harus mengucapkannya ia akan menggunakan banyak jenis bahasa, semisal saja bahasa tubuh. Sayangnya, bahasa tubuhnyapun seringkali adalah samar, tak mudah terbaca. Ia bagai hidup dalam perasaannya sendiri, hatinya menyatakan rindu tapi bibirnya selalu kelu, sebenarnya cemas tapi jatuhnya marah, teramat ingin menyapa tapi seakan tanpa daya, dan semua hanya hinggap dalam perasaannya. Sehingga ia seringkali berjalan dari satu belokan ke belokan lain dalam labirin hatinya, mencari cara. Siapa tahu… gerak jemarinya, tatapan matanya, senyum kecilnya yang entah sinis atau beneran manis sudah cukup untuk dapat membuat orang lain mengetahui isi hatinya. Sayangnya, orang lain itu bukanlah cenayang.

Seseorang

Di dalam hidup kita, akan selalu ada ruang untuk seseorang, yang bisa jadi tidak pernah benar-benar dikenal. Bahkan pada sebagian orang, namanya-pun tidak ia ketahui. Seseorang itu masih begitu abstrak, kabur, tidak jelas, serta penuh ketidakpastian. Namun, entah bagaimana caranya seseorang itu begitu banyak menguras pikiran dan perasaan, dari hari ke hari, tahun ke tahun. Kehadirannya selalu dinantikan untuk mengetuk pintu masuk ruang itu.

Sayang… ada orang-orang yang membuka pintunya lebar-lebar dan membiarkan sembarang orang memasukinya. Atau ia tidak membiarkannya masuk namun dirinya-lah yang keluar dan mencari kepuasan-kepuasaan dari berbagai “seseorang”, dan sayang ruangnya itu tetap kosong-hampa. Beruntung masih ada sebagian orang lagi yang menyibukkan diri untuk menghias ruangan itu semampu yang ia bisa, baik dengan dinding-dinding doa, pernak-pernik rindu, lampu-lampu ilmu. Ia mengunci pintunya rapat-rapat. Hanya ada satu alasan ia membuka ruang itu demi seseorang yang telah lama ia nantikan, yaitu… ketika terdengar tiga ketukan.


Ketukan pertama adalah sapaannya dalam sebuah proses ta’aruf, ketukan kedua ada dalam istikharah dan “yes I do” yang terucap, dan yang ketiga adalah yang paling penting yaitu… saat akad terucap. Maka… ruang itu-pun akan terbuka lebar, membiarkan satu-satunya “seseorang” hadir dan menyemarakkan ruang dengan banyak kebaikan dan kemuliaan. Lantas… bersamaan dengan itu ruang tertutup dengan sendirinya, sebab ruang itu sudah penuh dengan keberadaan “seseorang”.

Dan, bagiku ruang itu sudah penuh dengan seseorang, teramat spesial!

Hadiah Pernikahan

Dulu, ketika saya mendapatkan undangan pernikahan saya selalu bingung kira-kira memberikan hadiah atau kado apa kepada kedua mempelai. Well, sebelumnya… sebenarnya asal muasal budaya memberikan kado saat pernikahan itu dari mana ya? *think* Saya personal tidak tahu, namun bukankan menggembirakan saudara adalah sunnah, dan salah satu bentuknya adalah memberikan hadiah. Tidak dipungkiri ketika awal membangun maglihai rumahtangga, ada banyak sekali keperluan yang dibutuhkan kedua mempelai, dan saya merasa tidak ada salahnya seseorang memberikan hadiah untuk meringankan pengeluaran untuk keperluan rumahtangga atau mungkin sekedar demi hobinya. Dulu, saya seringkali mentok pada “seprai” atau bed cover untuk dijadikan hadiah. Kemudian saya berada dimoment yang diberi hadiah, dan semua menjadi lebih cerah. Nyatanya ada dua jenis hadiah yang banyak sekali saya dapatkan yang pertama adalah seprai dan yang kedua adalah satu paket gelas dan teko. Nah, untuk meminimalisir menumpuknya barang yang sama dan memperkaya variasi pilihan hadiah, saya ingin membagi gagasan kira-kira apa saja yang bisa dijadikan dan sebaiknya dihindari untuk dijadikan hadiah. So, check this out :

1# Hadiah sesuai Hobi
Setiap orang memiliki hobi dan biasanya hobi berlangsung lama serta menyenangkan. Pilihan yang paling mudah adalah memberikan hadiah sesuai dengan hobinya, semisal yang hobi baca maka tentu buku adalah yang paling menarik baginya, hobi mengumpulkan suatu benda, hobi yang berhubungan dengan merawat binatang, alam, fotografi atau apapun. Namun, sebaiknya tidak hanya mengarah pada satu elemen hobi itu saja, semisal hobi membaca tidak melulu sebatas buku bisa juga barang-barang yang menyertainya semisal rak buku, pembatas buku, hiasan yang bertuliskan kata “Read” atau “Book”. Begitu juga dengan hobi yang lain, carilah aksesoris atau benda yang mendukung hobinya tersebut. Nah, coba bagaimana kalau ia hobinya memancing, menggambar atau mengumpulkan boneka sapi..? ^^

2# Alat Masak
Masak memasak bisa dikatakan adalah aktivitas  yang pasti ada dalam keluarga entah itu di kota paling ramai atau hutan paling terpencil sekalipun sebab musabab manusia membutuhkan makan. Nah, ini bisa dijadikan sebagai hadiah yang banyak berguna. Apa saja jenis alat masak itu…? Ia bisa saja satu paket berbagai jenis pisau, penggorengan dengan banyak pilihan ukuran, panci, berbagai bentuk spatula, atau mungkin kompor gas dan oven. Bisa juga rak piring basah atau rak piring kecil, tempat taruh bumbu semisal gula, garam, merica, bawang, timbangan, alat membuat kue, tempat menaruh pundi-pundi makanan kering sejenis box besar juga bisa. Atau… coba jalan-jalan ke swalayan besar dan hinggap di bagian dapur, maka dengan mudah akan kita temukan barang-barang yang bisa dipaketkan jadi kado baik dari harga bernominal tinggi, agak tinggi dan agak rendah.

3# Alat Mandi dan cuci
Jika kado tersebut adalah kado patungan dengan jumlah yang sedang-sedang saja, mungkin mengadakan alat mandi dan cuci bisa jadi pilihan. Semisal kamu membeli satu buah ember diisi dengan satu sikat kamar mandi, satu sikat cuci, tempat sabun, dua buah handuk kecil, alat entah itu box atau gantungan untuk menaruh perlengkapan mandi, gantungan baju, bangku kecil, dan lain sebagainya. Bisa juga disertai dengan setrika, tempat baju kotor dan tempat baju bersih. Lantas kemudian dibungkus cantik dan dikirim J

4# Alat Makan
Jika memasak sudah maka masuk kebagian makan-makan yang membutuhkan peralatan sendiri. Tentu kita tahu apa itu, yaitu piring, mangkuk besar dan mangkuk kecil, sendok-garpu, gelas, dan cangkir. Sebenarnya ada yang satu paket menjualnya, lengkap kap kap tapi ini butuh patungan yang lumayan. Selain itu bisa juga pelengkap lainnya semisal dispenser, ricecooker, blender ukuran kecil, tempat menaruh beras, atau sekedar tutup saji dan lap-lap bersih.

5# Alat Bersih-bersih
Rumah yang bersih akan membawa rasa nyaman sehingga bisa menumbuhkan rasa cinta. Bersih tidak datang tiba-tiba, tidak juga hanya bermodal tangan kosong, ia butuh usaha dan juga butuh alat, kalau tidak pakai alat bisa-bisa tangan yang lembut jadi kasar dan lecet-lecet dan suami merasa dibelai sama gergaji haha. Ya, lanjut. Alat kebersihan itu seperti sapu, kain pel, lap untuk barang kotor dan lap bersih, lap kaca, kemoceng, pengki, pembersih debu di atap, keset, gunting rumput. Nah itu yang terjangkau, kalau mau yang agak susah terjangkau bagi kalangan menengah, bisa juga sejenis penyedot debu, mesin pel atau sapu –biasanya di tvshop— atau  

6# Sejenis Rak
Barang yang bisa dibilang pasti dibutuhkan adalah rak, entah rak untuk buku atau untuk pakaian, baik yang dibuat dari plastik maupun dari kayu, dan ini tentu akan bergina sekali.

7# Barang Lainnya
Barang lainnya yang mungkin luput dibicarakan semenjak tadi, namun fungsinya tetap ada dan bermanfaat. Semisal properti rumah yang cukup pokok seperti gorden, karpet, kipas, cermin, tempat menaruh sepatu, tempat menggantung handuk, dan lain sebagainya. Lepas dari itu bisa juga membeli berbagai pernak-pernik hiasan rumah yang lucu-lucu seperti bingkai foto, bantal dan guling lucu, baju couple, tempat kosmetik yang antik, stiker penghias yang lucu, sandal manis, atau mungkin hadiah istimewa buatan tangan sendiri.

Semoga saja tulisan ini bisa membantu mereka-mereka yang mendapat undangan pernikahan, jadi nggak pusing atau bingung hingga akhirnya mentok di bedcover dan gelas-gelas. Soalnya, pengantin baru kerjanya gak tidur dan minum-minum terus kok, juga nggak nerima tamu atau musti ganti seprai gara-gara diompolin anak bayi. ^^ Namun apapun itu… si penerima tentulah tetap bersyukur dan semakin mencintamu, sebab ia seharusnya tahu bahwa hadiah bukan sebatas berhenti pada kata “benda”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

--Peace, Love, and Syari’


~aisyah asyafiyah~

Sempurna

Kau begitu sempurna. Dimataku kau begitu indah.  Bagiku... Inilah perasaan yang mestinya tumbuh mekar dan merekah bersama teman hidup yang halal. Sekalipun tidak ada yang suci di muka bumi ini, tapi bukankah ada banyak yang begitu baik dan santun?. Itupun sempurna. Menemukan kebaikan demi kebaikan dari pasangan tanpa musti bersusah payah mencarinya adalah kenikmatan yang tidak terbantahkan. Dan rejeki adalah tidakperlunya bersusah payah melupakan atau menutup mata dari keburukannya sebab teramat sedikit hal itu kamu temui darinya.

Nyatanya, aku dan dia telah sampai dititik ini. Pernikahan. Sebuah kata yang memang benar-benar memberikan ketenangan, menghapus kegalauan perasaan, mengecup habis kecemasan yang dulu lalu lalang. Pernikahan memang penuh dengan kejutan demi kejutan yang alhamdulillah begitu manis dan akan tetap manis sebab ada iman dan ilmu. Pernikahan membawa kita pada penemuan-penemuan diri, pada banyak harapan dan sesekali menimbulkan kecemasan yang begitu baru sama barunya dengan perasaan digenggam mesra oleh dirinya. *ehem* Semoga perasaan baru ini tidak menemukan kata usang, kata habis atau kata hilang melainkan dengan barakah semua ini selalu tumbuh dan subur di sepanjang perjalanan yang baru saja dimulai.

pernikahan adalah penyempurna,
bersamamu its perfect,
alhamdulillah
~*aisyah asyafiyah*~