Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials

Sebab, Aku Wanita


Terkadang aku bertanya-tanya, sesungguhnya bagaimana hakikat perempuan itu, apa sesungguhnya perannya di dunia, bagaimana ibadah yang benar dan tepat baginya, sisi keadilan apa yang ia miliki, kekuasaan apa yang boleh ia raih, jihad apa yang seharusnya ia lakukan, bagaimana seorang perempuan muslimah kaffah berkarya?

Tidak jarang aku menemukan banyak perempuan muslimah yang hilir-mudik berkarya atau berpetualang hingga membuatnya butuh kesana kemari sendiri, beberapa diantara mereka juga senang menulis sesuatu namun seringkali kisah-kisah yang ia bagi atau terbitkan adalah tentangnya yang menurutku terlalu personal, ada juga perempuan yang merajut bisnis bersama kekasih/temannya yang tidak halal atau begitu semangat kuliah demi pujian mereka. Dan banyak muslimah yang berbisnis namun, aku merasa jauh dari syariat. Mungkin sebagian orang anggap "sukses" namun bagiku tidak. (Semoga perasaan ini sejalan dengan syariat bukan sebab "excuse" karena keengganan mencoba dan berusaha, semoga senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat...) Sayangnya, sekali waktu ada bisikan yang menumbuhkan rasa cemburuku, sebab aku kadang merasa bahwa kehidupan mereka bisa jadi jauh lebih bermanfaat, mereka lebih menemukan perannya sebagai wanita.. Mereka bisa membuat orangtua mereka bangga, dengan tidak lagi meminta, atau membelikan dan membantu adik-adiknya sekolah, ada juga yang dengannya memiliki jauh lebih banyak teman di berbagai belahan indonesia bahkan dunia, wawasannya semakin luas, beberapa diantaranya tahu tempat ini-itu, orang ini-itu, sebab memang banyak "bergerak".

Lantas, aku menengok diriku, dan mungkin banyak diantara muslimah lain-pun yang merasakan hal yang sama. Ada sisi dilematis, terlebih.... pandangan bahwa perempuan itu lemah, dan anggapan bahwa ada diantara laki-laki yang memanfaatkan perempuan. Betapa sejak lama aku membenci kasus ini dan aku khawatir semakin membencinya. (Mungkin sebab terlalu banyak membaca kisah-kisah memilukan). Namun yang akan kubicarakan adalah sisi dilematisnya, satu sisi perempuan tidak ingin dianggap lemah, namun ia sendiri seringkali menyakini bahwa orang lain menganggapnya lemah. Dan kelemahan perempuan sholehah tentu berbeda dengan perempuan yang mencintai dunia (seharusnya memang berbeda, benar kan?) Kelemahan perempuan sholehah tentu adalah ketika (minimal) ia merasa tidak sesholehah teman-temannya yang lain serta terlewatnya beberapa peluang kebaikan. Sedangkan rasa lemah perempuan umumnya bisa jadi ketika karirnya tidak setinggi temannya, pemasukan juga tidak sebanyak temannya, pacar atau suami tidak sekaya dan sesukses suami temannya. Namun, perempuan sholehah juga adalah perempuan, tidak jarang sebagian perasaan itu menghampirinya, dan obat terbaik adalah rasa cukup dan ridho

Lebih dilematis adalah saat ketika dikatakan bahwa neraka itu lebih banyak wanita, wanita juga ujian bagi pria, selain itu akal-nya-pun lebih kurang dari pria, dan laki-laki dikatakan memiliki kelebihan atas wanita. Dan... yang tidak kalah "meresahkan" adalah... ketika wanita mengetahui bagaimana agama memandangnya dan memintanya untuk menjadi sebaik-baiknya wanita. Bisa jadi ketika menjadi anak atau tetangga, perannya tidak jauh berbeda dengan laki-laki namun ketika menikah ia memiliki kriteria tambahan kembali untuk menjadi sebaik-baiknya perempuan. Sangat penting baginya ridha seorang suami, ia haruslah menyenangkan bagi suaminya, menaati perintahnya, menjaga rumah dan harta, menjaga dirinya dari fitnah lelaki lain, terlebih... sebaiknya ia adalah perempuan yang subur, dan penyayang. Ternyata PR perempuan begitu banyak, beruntunglah mereka yang telah memiliki hal ini sebelum mereka menikah. Di lain sisi... kita lupa, bahkan peran laki-laki-pun berubah ketika ia menjadi seorang suami. Tentu ada dilemanya tersendiri. 


~*aisyah asyafiyah*~



Dari Hati untuk Sahabat

"Duhai kekasihku, sahabatku, cintaku di dunia.. Tiadalah ada di muka bumi ini, gading yang kokoh dan keras tanpa memiliki retak, tiada ada pula malaikat utuh yang hidup dihati-hati kita tanpa cela, dan adakah kau temukan pakaian tanpa noda diantara tumpukan pakaianmu? Laa~ tidak. 

Sebab itu, mari kita sama yakini benar... ada kebaikan yang ada padamu, dan ada keburukan yang begitu mencolok pada padaku..., pun sebaliknya. Semoga Allah meridhai kita memiliki hati yang begitu lembut melebihi sutra atau marsmellow yang kita bakar diperapian, begitu manis melebihi gula-gula merah jambu yang kita beli di pasar rakyat, ^^ kala... mendapati hal yang tidak berkenan dihatimu dan dihatiku, sebab kita hanyalah manusia, bukan bidadari. Dalam perjalanan kita, kekasihku-sahabatku.. perjalanan yang mungkin singkat, lama namun terasa sebentar, ataupun yang telah begitu lama ini...

Aku mungkin banyak merepotkanmu, kadang memintamu menghubungiku, jarang bertanya kabar tentangmu, meng-sms-mu sekedar merusuh saja, merengek-rengek minta didengar, ataupun begitu tak peduli dan asyik sendiri. Aku-pun mungkin sering diam, mendengar dirimu membicarakan mimpi-mimpi-harapan-cita, dan tak banyak kusahuti, maaf bukan aku tak peduli.. aku bahagia mendengarkan konsep yang begitu tampak nyata dari kamu yang luarbiasa. Mungkin juga, aku terlalu banyak bicara, saat aku tahu dirimu sedang butuh didengar, maaf aku lupa, aku memang pelupa, kamu tahu itu ^^. Kadang juga, mungkin aku tidak bisa dihentikan ucapannya, ataupun begitu minimalis dalam berkata, tapi... terimakasih sudah selalu ada. Sahabatku, kekasihku, cintaku di dunia.. aku tahu, mungkin kamu tidak cuma punyaku, tapi.. aku ingin selalu ada buatmu dalam berjuta kebaikan, dalam pengharapan-pengharapan, sebab... sebab kita pernah berbagi tawa bersama, berbagai sedih, berbagi cita, dan itu menyenangkan, semenyenangkan upaya menjaga hubungan ini.

tengoklah masa lalu, adakah aku untukmu? maaf jika nyatanya aku tidak ada buatmu kala itu, kala ini, atau kedepan, sebab i am only human"

always with love___

Menikah dan Dinikahi

Pernikahan bukanlah perkara sederhana, sekalipun membawa perasaan sederhana. Jika seseorang telah ingin menikah dan telah siap dengan dengan keadaan diri serta berani mengambil konsekuensinya, tiada ada yang berhak menghalanginya, kecuali alasan syari. Pernikahan berarti membawa masa lalu kita, dan menerima masa lalunya, memperjuangkan masa kini, dan berani menjadikannya teman juang pada segala bentuk rahasia-rahasia di masa depan, yang adalah kehendak-Nya. Pernikahan berarti mempersatukan tidak hanya dua manusia melainkan dua keluarga besar dengan berbagai karakter, kriteria, kondisi sekaligus permasalahannya.

Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, ia haruslah yakin bahwa orang yang akan ia nikahi adalah ia yang benar-benar ia inginkan untuk menghabiskan hidupnya, orang yang ia inginkan untuk ia bagi kebahagiaan, orang ia percaya untuk membantu kita menyelesaikan permasalahan, orang yang kamu yakini dapat memberikan senyum termanisnya ketika diluar sana ada wajah-wajah ketus dan menyakitkan, orang yang kamu percaya untuk membesarkan anak-anakmu, orang yang kamu percaya mampu menjadikan dirimu dan dirinya lebih berkualitas dan terangkat drajatnya dihadapan-Nya. Dan perasaanmu harus yakin, dia-lah yang benar-benar kamu inginkan dan benar-benar membuatmu mempertaruhkan kesetiaan yang murni, ditengah ketidakramahan dunia ini. Pilihlah ia yang kamu yakini benar, mau kamu bagi dengan berbagai potret-potret itu, dan merahasiakannya.

Seseorang slalu berhak untuk memilih, dan slalu berhak untuk menolak. Namun, menjadikan pernikahan sebagai ladang ibadah adalah keharusan yang tak bisa ditawar-tawar. Sebab itu, pilihlah ia hati-hati dengan mengusahakan kelurusan hati, istikharah, matang-matang. Bukan sebab ketakutan tidak mendapat jodoh, tidak sesuai dengan kebiasaan sekitar atau sebab sudah waktunya, atau sebab banyak teman sudah menikah. Pilihlah sebab kamu yakin, ketika dengannya ia akan menjaga kehormatanmu, dan kamu menjaga kehormatannya, ia akan mengenalkanmu kepada yang lebih sejati, dan mampu menguatkanmu dengan keberadaannya, ia yang mampu menjadi seorang ibu dan ayah yang baik atau sebagai seorang menantu dan paman/tante yang baik pula. Pilihlah ia yang membuatmu tidak takut untuk bermimpi dan mewujudkannya. it’s mean lihat kembali akhlak, adab dan agamanya. Itulah sejatinya memilih karena Allah.

Ketika kilasan pikiranmu berkata “Kapan ya aku nikah?” atau banyak orang bertanya “kapan nikah?” Tiliklah kembali hatimu, sebab bersabar itu baik, dan mengambil kesempatan ketika telah siap-pun juga tak kalah baiknya. Pernikahan bukan berlomba, pernikahan tidak melulu tentang romantisme, pernikahan hanya babak baru untuk memaksimalkan ibadah dan memperluas manfaat serta pembelajaran.

Ingatlah beberapa hal lagi, dalam perkara mempersiapkan diri… jangan menjadikannya untuk mendapatkan pasangan, bukankah itu berarti hijrah demi mengharapkan wajah mereka? Lantas jika begitu dimana posisi pengharapan pada wajah-Nya? Jadilah kamu baik, sebab kamu memang harus baik, jadilah kamu beriman sebab kamu memang harus beriman, jadilah kamu bermanfaat karena memang kamu harus bermanfaat, dan tingkatkanlah ibadahmu sebab kamu memang harus melakukannya. Jadilah kamu mandiri dan berusaha, sebab memang kamu harus mandiri dan selalu berusaha. Bukan perkara demi orang lain atau siapapun. Don’t stop to be better!


Kata




"di dunia ini ada miliaran kata. dan selalu ada perasaan yang tidak bisa diungkapkannya. ada begitu banyak kalimat perintah. dan selalu ada orang yang enggan atau begitu gemar menggunakannya. di dunia ini ada kata-kata pedas. dan ada orang yang menjadikannya makanan sehari-hari. ada pula kata-kata motivasi. namun tak banyak menggerakkan. di dunia ini ada banyak kata yang tidak bisa dikerjakan. di dunia ini ada kata-kata yang begitu mudah dilupakan. dan didunia ini, yang menyedihkan adalah kata-kata baik yang tidak banyak memperbaiki. its feel like losing its self. atau terlalu banyak kata yang meminimkan kerja its nothing" -- lo(ve)

Nilai Diri




"Jika kita terlalu sibuk menilai harga orang lain,
kita akan lupa bagaimana tak ternilainya kita" -- lo(ve)

Warning : Harapan



"memberi harapan kosong itu berbahaya. menjadikan suatu harapan sebagai satu-satunya itu juga berbahaya. hidup tanpa harapan lebih berbahaya. mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kita juga bahaya. hidup semata-mata untuk harapan orang lain, berbahaya sekali. menyianyiakan harapan orang yang berharga bagi kita? lebih bahaya. namun tidak cukup berbahaya jika menyiakan harapan orang yang tidak pernah menghargai kita. sayangnya seringkali berharganya kita ditimbang dari seberapa banyak harapan mereka terpenuhi. lantas rupa pengharapan itu sesungguhnya bagaimana...? mungkin tanda "warning".." --lo(ve)

Jatuh


"duhai rembulan keemasan. adakah yang benar paham kebisuan langit. tanpa bisik tanpa ucap. tanpa perlu angin ataupun gemerlap. untuk menghangatkan padang-padang bumi yang menumbuhkan kenangan. yang beku. dan membekukan. sebab angin gersang sore ini. sore yang membawa sepanjang perjalan untuk dilupakan. dan melupakan yang lalu. dan yang lalang. yang lelah membawa cita, air mata atau rahasia. dan sebentuk tawa. di segenggam rasa. yang bermalam-malam dihembus melayang. jauh. berputar. mengadu. lantas usai pada pagi-pagi pengharapan. di putihnya lelangit. sekalipun enggan. enggan.
.: untuk jatuh." --lo(ve)

Parenting Project

[SINGKAT] Sebagian besar perempuan ingin menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak-anaknya. Menjadi ibu berarti mengasuh, mengasah dan mengasihi anaknya. Pengasuhan anak sendiri bukanlah perkara yang mudah, ia cenderung kompleks namun tetap dapat dinikmati. Cara menikmatinya bisa jadi dimulai dengan berilmu, dan mengetahui sekiranya apa yang akan dilewati mereka, para pengasuh itu. Sebab saya sedang menyukai point-point, saya menuliskannya dengan point-point ini :

(1) Table Manner
(2) Toilet Training
(3) Anger Management
(4) Financial Management
(5) Character & Inborn Talent
(6) Healthy Habbits
(7) Study Oriented
(8) Social Interaction
(9) Sex Education
(10) and Faith

Jika dikupas lebih dan lebih dan lebih dalam.. tentu akan sangat banyak ya? ^^
semoga ada waktu dan kesempatan serta senantiasa membaranya azzam
untuk meraih cita-cita

~*aisyah asyafiyah*
19/08/2013

Life is short


Hastag Masalah Abad Ini



KEGALAUAN terdahsyat itu.... -- re-new

INI :
‪#‎SaveSyria‬
‪#‎SaveGaza‬
‪#‎SaveEgypt‬
‪#‎SaveRohingya‬
‪#‎SaveMyanmar‬
‪#‎SaveChechnya‬
‪#‎SaveIndonesia‬
‪#‎SaveAfrica‬
‪#‎SaveMuslimAllOverTheWorld‬

‪#‎TolakMissWorld‬
‪#‎TolakLegalisasiLGBT‬
‪#‎TolakLaranganBerjilbabSyari‬'
‪#‎Tolak‬BomBunuhDiri
#TolakKorupsi
#TolakBudayaPacaran
#TolakDalih

#ProKhalifah
#ProHijabSyari
#ProKajianIslamSahih
#ProPeradabanIslamDunia
#ProJihad
#ProDakwah
#ProIbuRumahTangga
#ProDalil

#SuccessIsSyariat
#DakwahIsCalling
#IlmuIsMust


UMAT ISLAM & PENGETAHUAN ISLAM tanpa :
‪#‎TanpaJIL‬
‪#‎TanpaMarxisme‬
‪#‎TanpaDarwinisme‬
‪#‎TanpaAtheisme‬
‪#‎TanpaPlurarisme‬
‪#‎TanpaSekularisme‬
‪#‎TanpaZionisme‬
‪#‎TanpaKapitalisme‬

‪#‎SyiahBukanIslam‬

‪#‎BidahHolic‬
‪#‎BidahFobia‬
‪#‎VirusJahil‬

dan teramat penting :
‪#‎SaveOurImanIslam‬
‪#‎AksiTanganLisanHati‬
‪#‎IlmuAgamaAmalNyata‬

16 agustus 2013