Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials

Renung Syria


--ini renungan yang benar-benar renungan,
yang tidak tertahankan untuk tidak dibagi--

Baru saja.
Saya melihat foto seorang gadis TANPA wajah, di home saya.
Dari sebuah pages yang memang concern pada kasus ini.
Bukan... bukan karena kelainan atau penyakit, atau keturunan.
Melainkan karena perang yang berkecamuk di suriah.
Wajahnya masih penuh darah dengan satu selang masuk, entah ke mulutnya, hidungnya atau apa (T_T)

Bisa saja saya memasangnya dan menunjukkannya pada teman-teman.
Tapi.. bahkan saya, bahkan saya yang (cukup) menikmati film SAW (walau tetap tidak sepenuhnya) saja tidak mampu memandangnya dg mata terbuka...! Sekalipun hanya satu detik. Hanya satu detik.
Saya tidak ingin berbagi kengerian ini, khawatir kalian lupa makan.

Hal ini membuat saya berpikir ulang.
Sebab beberapa menit yang lalu, saya begitu terharu, dengan sebuah film "SHOOTER" well, saya tidak menontonnya hanya 10 menit pertama.
Saat kedua prajurit itu dikhianati pasukannya sendiri.
Dan saat salah satu prajuritnya yang merindukan "pulang" untuk bertemu anaknya, nyatanya harus tewas tertembak.

Itu film, dan itu membuat saya hampir menangis.
Saya tidak pernah suka tema pengkhianatan ditengah ketulusan penuh yang diberikan. Rasanya seperti diinjak-injak, dicampakkan, ditelan bumi.
(Tapi ini bukan ikhlan coffee itu)

Dan foto gadis kecil tadi membuat saya berpikir.
Begitu kerdilnya perasaan-perasaan orang "kota" seperti kita.
Mau ditipu perasaan-perasaan semu, padahal.. disana.. faktanya..
adanya.. pastinya... mereka sudah benar-benar berdarah-darah..
dengan ratusan tembakan setiap harinya.

Lantas kita...? disini...
Masih sering terjebak perasaan-perasaan remeh-temeh~
"bingung makan apa" - galau
"ac/kipas mati & gerah" - sebal
"motor mogok" - kesal
"gak ada yang sms/chat" - mood drop!
"ujian gak bisa" - hopeless
"gak disapa balik" - badmood!
"menu pesanan datang terlambat" - marah
"diomelin guru" - sakit hati
"gak ada uang" - nangis
"hujan..." - ngeluh
"panas..." - ngeluh
"cucian numpuk" - ngeluh
"amanah numpuk" - juga ngeluh

Yah, begitulah tabiat kita sebagai manusia.
Sayangnya, yang belum berubah "akal" dan "iman"-nya harus dipertanyakan. pun juga saya.
____
*saatnya belajar psikologi islam & psikologi wirausaha
*back to reality
*jihad kita berbeda
*ini nasib kita, itu nasib mereka
*namun yang namanya saudara, ketika kakinya yg tersentuh duri, mata-lah yang ikut menangis. sama. sakit-nya sama.

___
aisyah asyafiyah

0 komentar:

Posting Komentar

akan menyenangkan jika kamu mau menulis pendapatmu xD -ve_isyaasya-