Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials

Love Him


When you marry a man, love him.
After you marry him, study him.
If he is honest, humour him.
If he is generous, appreciate him.
When he is sad, cheer him.
When he is quarrelsome, ignore him.
If he is slothful, spurn him.
If he is noble, praise him.
If he is confidential, encourage him.
If he is secretive, trust him.
If he is jealous, cure him.
If he favours society, accompany him.
When he deserves it, kiss him
Let him think how well you understand him.
But never let him know that you manage him.

>>*We love our husband for the sake of Allah Subhanahu WaTa'ala..*<<
Our beloved sallalahu alaihi wa sallam said:"When a husband and wife look at each other with LOVE,ALLAH will look at them both with mercy"
[Bukhari]

The Best Husband


1. Shows good character and good manners towards his wife.

2. Doesn’t slack when it comes to the rights of his wife.

3. Does not check out any other woman other than his wife.

4. Learns and practises Islam and teaches his wife too.

5. Is there for his wife during times of distress.

6. Keeps his cool even when his wife hurts his feelings.

7. Appreciates his wife and forgives small mistakes.

8. Helps out with household chores and doesn’t just leave them to the wife.

9. Does his best to raise their children in an Islamic way.

Sederhana


Saya paling suka menempatkan perasaan dengan "SEDERHANA" kalau kata penulis terkenal Saparjdjo, "Seperti api membakar kayu". Saya paling suka mengenal orang lain dengan cara "Sederhana" berteman dengan "Sederhana", membenci-pun dengan "sederhana" apalagi yang namanya mencintai ia harus "sederhana" kalau nggak sederhana ya kayaknya bukan cinta. Sebab saya percaya dengan sederhana, kita menyakini bahwa perjalanan pertemanan-hubungan-hela nafas-perjuangan kita nggak cuma hanya disini yaitu hingga ke keabadian.

Naaah, begitu pula dalam urusan Jodoh. Sederhana saja. Kalau di perjalanan saya bilang nggak ada yang "heboh" ya memang nggak ada yang "heboh", nggak ada tuh yang perlu diembel-embeli hal spesial. Cemas? Yaelah, setiap hari bukankah kita mengalami kecemasan, cuma sebab dan bentuknya aja yang beda. Gak usah lebay. Dheg-dheg-an? Ya namanya juga orang hidup? Grogi? Lebih grogi kalau disuruh "pengakuan dosa". Santai!

"Berbunga-bunga gak ve?" Bahasa apa-apaan tuh? -,-" Satu-satu-nya hal yang saya ingat tentang berbunga-bunga adalah saat diajak teman ke islamic book fair. Atau saat dibelikan gamis syari' sama mamah. Beeeeh.. nikmat yang tidak terlupakan deh! Kebetulan saya orangnya jujur.

Nah, jadi apa yang mau saya bicarakan? Begini... Hidup adalah hidup, kunci yang Allah kasih ada 2 : Syukur dan Sabar. Anggap saja semua yang ditulis adalah bentuk rasa syukur, dan tentunya dicatat sebagai DAKWAH. Aaammmiin. Namun, yang perlu sama kita yakini adalah jodoh itu adalah pasangan kita saat ini, nah bagaimana kita tahu dia jodoh kita? Saat dia "SAH DALAM AKAD". Kalau masih yang namanya PACARAN, apalagi HTS-an namanya bukan JODOH. Kalau dalam masa TUNANGAN (eh gak ada tunangan) atau yang kerennya disebut KHITBAH itu juga bukan JODOH, baru CALON.

Yang perlu kita ingat Allah punya KUASA, ia bisa menetapkan sesuatu yang baik atau buruk baik kepada orang beriman atau barbar sekalipun. Dan tugas kita adalah meminta yang namanya KESELAMATAN dalam doa-doa dan tingkah laku amalan kita! (Dan ingat, doa itu bisa seperti bola yang dilempar ke dinding mental lagi ke kita, jika kita doa baik ke orang lain semoga doa itu juga mental ke kita, aaammmiin).

Kita tidak tahu besok pagi kita masih ada USIA atau tidak, kita tidak tahu kedepannya semua akan seperti apa. Apakah si CALON atau si PACAR (#EhGakAdaPacaranDalamIslamDeng) hanya Allah-lah yang tahu dan menetapkannya. Jadi... "SEDERHANA" saja.

Namun, yang perlu kita tahu... lakukanlah semua dengan kebaikan yang sederhana sejak dini, sekalipun kecil, sekalipun remeh. Memupuk perasaan APAPUN juga dengan sederhana baik kecewa, kesal, marah, sedih, bahagia, suka, gempita, porak-poranda APAPUN-lah.

Cuma saya pikir ada satu hal yang sebaiknya jika bisa lebih ngapain harus sederhana, yaitu memupuk KEIMANAN, kalau bisa lebih dalam ber-Iman mengapa tidak...?

Jadi, kita sepakat kan untuk sederhana dalam memiliki rasa? #DariDuluKali~ ^^

Peace, Love, and Syari' -- lo(ve)

Cuma Allah



"Ya, cuma ALLAH yang bisa kasih HIDAYAH, dan cuma atas kehendak-Nya kita (semoga, aammiin) ada dalam lingkup ke-ISTIQOMAH-an.

atas kehendak yang cuma dimiliki ALLAH-lah,
AKAL kita bisa ber-STRATEGI, bagaimana caranya mendakwahi tanpa melukai sekaligus masih dalam kurun SYARI'.
AKAL kita bisa ber-SINERGI, bagaimana caranya dakwah bisa diterima tanpa bermaksud menggurui.

Dan perasaan kita ia cuma bertugas memupuk, bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah KEHENDAKNYA, dan sebagaimana ajaran ISLAM, perasaan cuma butuh berserah.

Dan AKAL kita akan bergerak bangkit dan menebar berjuta-juta-juta KEBAIKAN" -- lo(ve)

Titipan


Yup, hidup itu titipan, beserta embel-embel kecantikan, kekayaan, teman, anak, suami, istri, ibu, adik, bisnis, sepatu, baju. Semua titipan. Sebab ia titipan ia harus DIJAGA, jangan sampai LALAI menyebabkan ia diambil, hilang, lenyap. Namun, jika sudah dijaga dan ia HILANG, ya sudah itu yang TERBAIK, yang punya itu toh ALLAH, kita hamba, yang cuma dititipin. Yang bisa kita usahakan adalah BERSYUKUR atas apa yang kita miliki, dan bersabar dalam keta'atan. Toh, bukankah selain yang nampak-nampak itu ALLAH juga menitipkan kita "KEKUATAN" akal dan hati..? KEKUATAN yang jauh lebih besar dan mungkin tidak terbatas. Kekuatan yang kita gunakan untuk meningkatkan KEIMANAN, menebar KEBAIKAN dan KEBENARAN, kalau kekuatan ini digunakan untuk hal itu, saya yakin kok ALLAH akan kasih titipan-titipan yang lain yang Ia percaya untuk kita JAGA.

Peace. Love. and Syari' -- lo(ve)

*Nasehat Bapak




Anakku,

1. Hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah mengkoleksinya. karena ketahuilah, saat kalian sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat melirik kaki kalian. coba buktikan datang ke sebuah acara ramai. bahkan tdk ada yg nyadar kalau engkau datang cuma nyeker. Dan hanya orang2 yg super keterlaluan berlebih2anlah yg membeli jam tangan mahal, karena sungguh, semahal apapun jam miliknya, jarum jam tangannya tidak akan bergerak lebih cepat atau lebih lambat dibanding siapapun

2. Bahkan motivator paling ulung, group band paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di depan umum. bapak mu bahkan selalu gugup saat bicara di depan umum, jadi santai sajalah, tdk usah cemas. jgn lupa baca bismillah.

3. Hidup ini adalah ujian. kenapa begitu? karena meski kita semua tahu ujian itu berat dan menyebalkan. orang2 tetap saja sibuk membuat UTS, UAS, ujian nasional, ujian semesteran-an, ujian les, dan sebagainya.

4. Kalau kau ingin mengenali karakter orang dgn cepat dan tepat, perhatikan saja saat ada kejadian yg membuat panik, kaget, atau menakutkan tiba2. dengarkanlah kata yg diucapkannya. perhatikanlah ekspresi wajahnya.

5. Kalau kau ingin tahu seberapa taat seseorang dgn sunnah Rasul. maka perhatikan ketika ia berwudhu. seberapa besar ia membuka keran air.

6. Anakku, salah-satu syarat mutlak agar kau bahagia adalah: kau bahagia dan (memang) berbahagia melihat orang lain (teman, saudara, bahkan musuh) hidup lebih beruntung.

7. Cinta sejati tdk pernah datang dari satu-dua kejadian. satu-dua kalimat. cinta sejati adalah konsistensi dan komitmen panjang. dan kau tahu, sayang. ibu adalah cinta sejati-mu (maka berhentilah meng-gombal-i anak gadis orang).

8. Kelak jika kau sudah besar, kau boleh saja tdk suka, melawan, atau bahkan bertengkar dengan bapak, nak. tapi jangan sekali-kali. jangan pernah sekali2 kau bilang ‘ah’ pada ibu-mu.

9. Jangan habiskan waktu untuk berdebat, sedikitlah bicara. ah iya, karena besok saat kau besar dunia sudah banyak berubah, jgn habiskan waktumu utk ‘menulis’ mendebat sesuatu.

10. Jangan pernah bingung karena kau harus memilih. karena di luar sana banyak orang yg hanya punya satu pilihan. dan lebih banyak lagi yang bahkan satu pun tdk mempunyai pilihan.

11. Jatuh cinta dgn someone special itu binatang apa? percayalah, meski seluruh perasaan cinta seperti ini diambil di muka bumi, dunia tetap baik2 saja (apalagi kau yg sedang patah-hati)… akan tetapi satu saja cinta seorang ibu kepada anaknya diambil, maka seperti rusak sudahlah seluruh kehidupan.

12. Jangan pernah takut melakukan sesuatu. kalaupun gagal, kau bisa mengulanginya lagi… lagi… dan lagi… Abraham Lincoln bahkan 8x gagal mencalonkan diri. kau tahu siapa dia? Bapak juga tidak kenal dekat dengan dia.

13. Ingatlah, ‘pertanyaan yg baik’ selalu lebih baik dibandingkan ‘jawaban yg sempurna’. mendengarkan selalu lebih baik daripada buncah bicara. sayangnya, ketika kau dewasa kelak, semakin banyak saja orang yg suka bernarsis ria dengan ‘kata-kata’, dan selalu merasa bisa memberikan ‘jawaban yg sempurna’.

14. Jangan pernah bersedih kalau kau tidak pintar bicara. hargailah pendapat orang lain, bahkan bila kau benci sekali dgn pendapatnya, dan pendapatnya keliru. ini akan membedakan seberapa dewasa kau menghadapi liberalisme, demokrasi, dan kata canggih lainnya di masa2 kelak.

15. Hal yg paling menyedihkan adalah ketika kau ‘menjilat’ dgn seseorang (entah itu atasan, senior, pemilik, penguasa atau sesuatu yg berkepentingan)… dan sebaliknya kau justeru ‘aniaya’ dgn orang lain (entah itu bawahan, yunior, atau orang sederajat dgn dirimu).

16. Kalau kau ingin kaya, jadilah pedagang… jgn pernah jadi PNS, pejabat, guru, hakim, polisi, dsbgnya… itu tdk akan pernah membuat kau kaya… kalau kau ingin hidup tenteram, tenang, maka jadilah petani (sebenar2nya petani)

17. Berpetualanglah melihat dunia… meski hanya ke kampung sebelah, meski sempat ke kota sekitaran, itu sudah awal yg baik untuk mengenal kehidupan orang lain… dgn berpetualang, kau akan semakin dewasa.. dan jelas, bapak tdk bisa menceritakan lbh banyak soal dataran tibet sana dibanding kau melihatnya sendiri

*Tere Lije

Renungan Untuk Suami

oleh : Ustd. M.Fauzil Adhim Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.  Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya. Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?  Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.  Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.  Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. 

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam mengjadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.  Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapu anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.  Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.  Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. 

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.  Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan intuk itu?“

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.  Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. 

Yang jelas, ada pengakuan untukknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak adal lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karema merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW,”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”. 

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.  Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.  Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. “wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah.”kata Rasulullah SAW melanjutkan.” kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”   Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.


Satu hari setelah publikasi Pernikahan~
Sabtu, 14 September 2013

13 September 2013



"Lagi-lagi pernikahan bukanlah prestasi, apalagi yang disebut dengan nikah muda.
Lagi-lagi senangnya nikah yang orang bilang muda itu adalah
tergantung menikah dengan siapa dan membawa niatan apa.
Lagi-lagi pernikahan bukanlah semata bertemu dan bersatu
tapi juga berbagi dalam keakraban.
Lagi-lagi tetap ada komunikasi yang akan sangat dirindukan, yaitu
komunikasi yang ada diantara sahabat-sahabat,
will miss you and always be!"


--lo(ve)

InsyaAllah semoga prosesnya barakah hingga 29.September.2013~

Menikah only View


"Semua perempuan suka-nya pasti sama yang MAPAN, pasti deh... apalagi kalau dia masih MUDA, terlebih terkenal dengan ALIM dan suka NGAJI. Wuih, tidak semua bisa menjadi lelaki seperti dia, rezeki namanya. Semua laki-laki sukanya pasti sama yang CANTIK, pasti deh... apalagi kalau dia (awet) MUDA, terlebih terkenal dengan KEIBUAN dan PRESTASINYA. Wuih, tidak semua bisa menjadi perempuan seperti dia, rezeki juga namanya. Sayangnya.. siapa ditetapkan dengan siapa, kembali lagi pada-Nya, siapa mau dengan siapa dibalikkan lagi dengan niatannya, siapa kenapa dengan siapa dibalikkan lagi dengan takdirNya, siapa bagaimana dengan siapa cek lagi usahanya." #IstiqomahDalamKebaikan

Confusing Shoping

First post on September

Well, seumur hidup kita, transaksi jual dan beli tidak akan pernah terlepas, sebagaimana tidak akan pernah terlepasnya manusia dari kebutuhan dan keinginan. Awal sepetember ini, saya melakukan sebuah shopping journey, istilah saya saja., yang berarti perjalanan belanja yang tidak hanya khusus untuk belanja. Melainkan juga untuk mengamati atau bahasa ilmiahnya observasi, merenungi, dan mencari pemaknaan-pemaknaan yang mungkin dulu diabaikan. (Semisal mengapa musti membeli ini dan mengapa tidak musti, mengapa menyukai ini dan mengapa dulu tidak suka, mengapa musti menimbang, mengapa musti menawar, dan mengapa dan mengapa lainnya termasuk pola-laku pengunjung dan pedagangnya) Sebab itulah, shoping yang bukannya happy malah membuat confuse. Ada-ada saja.


Journey pertama saya adalah ITC Permata Hijau, sebuah departement store yang begitu banyak bertebaran di Jakarta dengan nama yang berbeda-beda. Apa yang saya dapat disini...? Selain dua buah pakaian dan makan, saya belajar beberapa hal dari seorang Ibu owner sebuah butik dimana saya memesan beberapa baju. Beliau adalah ketua komite sekolah di Jakarta Selatan, punya banyak kenalan dari dinas-dinas pendidikan, sudah berkeliling dunia, punya anak yang tinggal di Qatar, suaminya bekerja dibidang perminyakan. Ibu ini adalah ibu yang "wanita sekali" menurutnya, suka memasak, mengerjakan kerajinan tangan, berkebun, mengasuh ketiga anaknya sendiri, dulu memberi asi ekslusif, dan hobinya adalah mendesain pakaian dan memakai pakaian berekelas. Yup, tidak dipungkiri beberapa desainnya memang cantik sekali, dan beberapa diantaranya seakan mewakili "brand" yang kuinginkan. Keunggulannya adalah bahan pakaian yang digunakan dan detail yang diperhatikan. Manik-maniknya saja import dari Jepang, beberapa desain diadopsi dari Paris, beberapa bahan juga hampir sekelas dengan Prada, kain batiknya pun yang per kainnya sendiri beliau beli seharga 1,2 juta, belum dengan jasa pemasangan manik-manik dan sebagainya. Mungkin ini yang membuat pakaiannya dibandrol berkisar 500 ribu - 3 juta rupiah. Catatan khusus : usia beliau belum genap 60 tahun, butiknya telah ada hampir 8 tahun. Luar biasa! MasyaAllah.

Journey selanjutnya adalah Pondol Indah Mall, yang bisa dikatakan paling bergengsi di Jakarta, selain Taman Anggrek. Sudah sangat lama saya tidak pernah menginjakkan kaki di PIM, mungkin selepas saya kuliah di Semarang. Dulu jika kesana yang paling saya nanti-nanti adalah sesi ke Toko Buku Gramedia, disana bukan hanya lengkap tapi sangat lengkap! Menyenangkan! Pertama kali saya mengunjunginya bisa dikatakan ketika berumur 6 atau 7 tahun. Apa yang saya pelajari dari PIM..? Baiklah... pertama-tama izinkan saya merasa heran, sebab banyaknya pengunjung yang datang, sangat banyak, dan itu baru di PIM 1 belum di PIM 2 dan mal-mal lainnya, dan itu baru hari minggu itu, belum minggu-minggu lainnya. Selain itu... izinkan saya merasa heran kembali, dengan banyaknya wanita-wanita yang bening-bening, dan berwajah "kaya". Hal ini membuat saya berpikir, "ternyata Indonesia banyak yang kaya" terlebih harga pakaian yang ditawarkanpun berkisar Rp.299.000 - jutaan. Tapi, balik lagi... penampilan itu banyak menipunya. Saya juga jadi berpikir, adakah diantara mereka-mereka itu yang memiliki harapan "rumah", "pembangunan", "pengabdian" lalu saya berpikir lagi.. mungkin orang-orang yang punya harapan itu tidak menghabiskan minggu malamnya di mall. Tapi, sekali lagi... pemikiran ini prasangka, bisa jadi mereka yang berpenampilan begitu ternyata memiliki organisasi besar untuk membantu kalangan tak mampu dan sebagainya, who knows kan? Yang perlu kita pastikan adalah, bagaimana sesungguhnya letak kita. Kita ada dibarisan yang mana..?

Dalam sebuah penantian, ada kilasan pemikiran yang hinggap di kepala saya... Jika memang di dunia ini hanya ada 2 jenis status : Kaya dan Miskin, maka... ada 4 sub-status atau dinamika yang mungkin terjadi, yaitu :

(1) Kaya dan mengkayakan orang lain
(2) Kaya dan memiskinkan orang lain
(3) Miskin dan mengkayakan orang lain
(4) Miskin dan memiskinkan orang lain

Sayangnya, semua hanya baru pada dinamika ini, belum pada bagaimana pengembangannya dan konsep-konsep matangnya. Tapi, saya sudah tahu saya ingin letak saya ada dimana, InsyaAllah. Yang mungkin juga letak semua orang.


~*aisyah asyafiyah*~
02.09.2013

Pengalaman itu dicatat, agar tidak lenyap.
Agak menyayangkan dengan banyaknya pengalaman yang lenyap.