Prinsipnya : Pilih mainan yang dapat bergerak, ada
bunyi-bunyian, berwarna cerah dan sederhana, tentunya aman bagi bayi,
antara lain :
1. Playmat
2. Gelang kain atau gelang plastik
3. Gantungan putar warna-warni
4. Boneka kecil dan lembut
5. Balok-balok warna-warni (dari kain lebih baik)
6. Buku kain
7. Mainan untuk digigit
8. Cermin
9. Bola-bola warna-warni
InsyaAllah semua itu akan membantu adik bayi untuk memusatkan
perhatian, mengenal bentuk, koordinasi tangan, melatih indra, membantu
memusatkan perhatian, mengajarkan sebab akibat, membantu mengenal
dirinya, membantu pertumbuhan gigi, dan merangsang minat mencintai buku.
Perkara biaya, kembali lagi ke kebiasaan ibu dalam berbelanja ^^ bisa
dapat murah banget, bisa juga muahal banget ;D satu hal yang harus
dipastikan : aman untuk bayi, tidak mengandung bahan kimia, bersih. ^^
--lo(ve)
Tampilkan postingan dengan label Baity Jannaty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baity Jannaty. Tampilkan semua postingan
[Susahnya... TUGAS ISTRI itu..!]
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
-catatan singkat saja-
Tugas istri, hmm... dulu sih ketika masih sibuk-sibuknya masuk keluar kelas di kampus atau sekolah, kalau ketemu yang namanya tugas semangat sekali mengerjakannya (kecuali yang eksak ya hehe), apalagi kalau sekelompok sama yang kooperatif dan bisa dibagi jobdesk dengan jelas sehingga meminimalisir pekerjaan yang tidak maksimal. Nah, sekarang... deskripsi tugasnya sudah berbeda sebab peran yang diambilpun berbeda, bukan lagi jomblo/singel, mahasiswi kura-kura (kuliah rapat 2x), tukang update, anak sulung yang hobi sms gak jelas, atau sekedar wanita yang hobi kelayapan dari satu masjid ke mesjid lain. Katanya sih, peran yang saya ambil ini besaaar sekali (oh yea? perasaan aja mungkin), yaitu menjadi Nyonya X alias istri orang. Sebab perannya besar, otomatis tugas-tugasnyapun besar juga, semisal... yang menempati strata kedua, dibawah taat kepada Allah dan Rasulnya, adalah taat kepada suami dalam ketaatan kepadaNya, ini tugas yang tidak bisa ditawar-tawar, wajib bin sangat! Bisa-bisa shalatnya istri tidak diterma karena tidak taat suami, atau sepanjang malam atau sepanjang ia diluar rumah ia dijauhi malaikat. Hiii...
Selain itu, tugas yang lainnya tidak kalah besar, saya tidak akan berkaca kepada rumput tetangga yang lain, berkaca pada tugas saya sendiri sajah ya (ceritanya begitu). Yang pertama yang harus saya lakukan adalah, makan-makanan bergizi, tidur yang cukup, hindari stress, dan memupuk tabungan. Tugas kedua saya adalah menyelesaikan skripsi yang diakomodasi penuh oleh investor bernama suami, ditemani oleh supir ojek yang -kadang- siap sedia. Tugas ketiga terkait sandang, pangan, papan adalah merasa nyaman dengan rumah yang disediakan dan sudah bersih, menutup aurat dengan pakaian-pakaian yang telah disiapkan, dan mencicipi masakan atau menyediakan waktu untuk diajak mencicipi masakan diluar sana (Ya, ini menyibukkan sekali, hehe). Tugas keempat, tidak meminta banyak barang-barang tersier, tidak boleh tivi (agree!), kulkas belum boleh, perhiasan? untung saja saya juga tidak nge-blink, dan tas yang saya kumpulkan pas single masih cukup sekali. Tugas kelima, siap sedia mendengarkan taujih, ilmu, atau sekedar duduk mendengarkan tilawah. Tugas keenam, kalau saya mau katanya boleh mijitin atau bikinin teh hangat, sekali lagi... kalau saya mau.
Yup, tugas istri ternyata memang sangat berat! Jadi, ada yang sudah mau jadi istri orang...? Ini mungkin bisa menjadi gambaran betapa mengerikannya menikah itu, hwehehehe~
-- Peace, Love & Syari'
Vera, last 2013
Positive!
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
My last november, and no post! Where I have been? Yeah... Gone a while. And this post only a short report or information. Last month i cant accessed my internet, and this month i am too weak to think and write. This is maybe because "the positive" have been growing up inside me. Yeah, happiness thing. So, please pray the best for us. Barakallah. ^^
-- lo(ve)
Hadiah Pernikahan
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (1)
Dulu, ketika saya mendapatkan
undangan pernikahan saya selalu bingung kira-kira memberikan hadiah atau kado
apa kepada kedua mempelai. Well, sebelumnya… sebenarnya asal muasal budaya memberikan
kado saat pernikahan itu dari mana ya? *think* Saya personal tidak tahu, namun
bukankan menggembirakan saudara adalah sunnah, dan salah satu bentuknya adalah
memberikan hadiah. Tidak dipungkiri ketika awal membangun maglihai rumahtangga,
ada banyak sekali keperluan yang dibutuhkan kedua mempelai, dan saya merasa
tidak ada salahnya seseorang memberikan hadiah untuk meringankan pengeluaran
untuk keperluan rumahtangga atau mungkin sekedar demi hobinya. Dulu, saya
seringkali mentok pada “seprai” atau bed cover untuk dijadikan hadiah. Kemudian
saya berada dimoment yang diberi hadiah, dan semua menjadi lebih cerah.
Nyatanya ada dua jenis hadiah yang banyak sekali saya dapatkan yang pertama
adalah seprai dan yang kedua adalah satu paket gelas dan teko. Nah, untuk
meminimalisir menumpuknya barang yang sama dan memperkaya variasi pilihan
hadiah, saya ingin membagi gagasan kira-kira apa saja yang bisa dijadikan dan
sebaiknya dihindari untuk dijadikan hadiah. So, check this out :
1# Hadiah
sesuai Hobi
Setiap
orang memiliki hobi dan biasanya hobi berlangsung lama serta menyenangkan.
Pilihan yang paling mudah adalah memberikan hadiah sesuai dengan hobinya,
semisal yang hobi baca maka tentu buku adalah yang paling menarik baginya, hobi
mengumpulkan suatu benda, hobi yang berhubungan dengan merawat binatang, alam,
fotografi atau apapun. Namun, sebaiknya tidak hanya mengarah pada satu elemen
hobi itu saja, semisal hobi membaca tidak melulu sebatas buku bisa juga
barang-barang yang menyertainya semisal rak buku, pembatas buku, hiasan yang
bertuliskan kata “Read” atau “Book”. Begitu juga dengan hobi yang lain, carilah
aksesoris atau benda yang mendukung hobinya tersebut. Nah, coba bagaimana kalau
ia hobinya memancing, menggambar atau mengumpulkan boneka sapi..? ^^
2# Alat
Masak
Masak memasak
bisa dikatakan adalah aktivitas yang
pasti ada dalam keluarga entah itu di kota paling ramai atau hutan paling
terpencil sekalipun sebab musabab manusia membutuhkan makan. Nah, ini bisa
dijadikan sebagai hadiah yang banyak berguna. Apa saja jenis alat masak itu…?
Ia bisa saja satu paket berbagai jenis pisau, penggorengan dengan banyak
pilihan ukuran, panci, berbagai bentuk spatula, atau mungkin kompor gas dan
oven. Bisa juga rak piring basah atau rak piring kecil, tempat taruh bumbu
semisal gula, garam, merica, bawang, timbangan, alat membuat kue, tempat
menaruh pundi-pundi makanan kering sejenis box besar juga bisa. Atau… coba
jalan-jalan ke swalayan besar dan hinggap di bagian dapur, maka dengan mudah
akan kita temukan barang-barang yang bisa dipaketkan jadi kado baik dari harga
bernominal tinggi, agak tinggi dan agak rendah.
3# Alat
Mandi dan cuci
Jika
kado tersebut adalah kado patungan dengan jumlah yang sedang-sedang saja,
mungkin mengadakan alat mandi dan cuci bisa jadi pilihan. Semisal kamu membeli
satu buah ember diisi dengan satu sikat kamar mandi, satu sikat cuci, tempat
sabun, dua buah handuk kecil, alat entah itu box atau gantungan untuk menaruh
perlengkapan mandi, gantungan baju, bangku kecil, dan lain sebagainya. Bisa
juga disertai dengan setrika, tempat baju kotor dan tempat baju bersih. Lantas
kemudian dibungkus cantik dan dikirim J
4# Alat
Makan
Jika
memasak sudah maka masuk kebagian makan-makan yang membutuhkan peralatan
sendiri. Tentu kita tahu apa itu, yaitu piring, mangkuk besar dan mangkuk kecil,
sendok-garpu, gelas, dan cangkir. Sebenarnya ada yang satu paket menjualnya,
lengkap kap kap tapi ini butuh patungan yang lumayan. Selain itu bisa juga
pelengkap lainnya semisal dispenser, ricecooker, blender ukuran kecil, tempat menaruh
beras, atau sekedar tutup saji dan lap-lap bersih.
5# Alat
Bersih-bersih
Rumah
yang bersih akan membawa rasa nyaman sehingga bisa menumbuhkan rasa cinta.
Bersih tidak datang tiba-tiba, tidak juga hanya bermodal tangan kosong, ia
butuh usaha dan juga butuh alat, kalau tidak pakai alat bisa-bisa tangan yang
lembut jadi kasar dan lecet-lecet dan suami merasa dibelai sama gergaji haha.
Ya, lanjut. Alat kebersihan itu seperti sapu, kain pel, lap untuk barang kotor
dan lap bersih, lap kaca, kemoceng, pengki, pembersih debu di atap, keset,
gunting rumput. Nah itu yang terjangkau, kalau mau yang agak susah terjangkau bagi
kalangan menengah, bisa juga sejenis penyedot debu, mesin pel atau sapu –biasanya
di tvshop— atau
6# Sejenis
Rak
Barang
yang bisa dibilang pasti dibutuhkan adalah rak, entah rak untuk buku atau untuk
pakaian, baik yang dibuat dari plastik maupun dari kayu, dan ini tentu akan
bergina sekali.
7# Barang
Lainnya
Barang
lainnya yang mungkin luput dibicarakan semenjak tadi, namun fungsinya tetap ada
dan bermanfaat. Semisal properti rumah yang cukup pokok seperti gorden, karpet,
kipas, cermin, tempat menaruh sepatu, tempat menggantung handuk, dan lain
sebagainya. Lepas dari itu bisa juga membeli berbagai pernak-pernik hiasan
rumah yang lucu-lucu seperti bingkai foto, bantal dan guling lucu, baju couple,
tempat kosmetik yang antik, stiker penghias yang lucu, sandal manis, atau
mungkin hadiah istimewa buatan tangan sendiri.
Semoga saja tulisan ini bisa
membantu mereka-mereka yang mendapat undangan pernikahan, jadi nggak pusing
atau bingung hingga akhirnya mentok di bedcover dan gelas-gelas. Soalnya,
pengantin baru kerjanya gak tidur dan minum-minum terus kok, juga nggak nerima
tamu atau musti ganti seprai gara-gara diompolin anak bayi. ^^ Namun apapun itu…
si penerima tentulah tetap bersyukur dan semakin mencintamu, sebab ia
seharusnya tahu bahwa hadiah bukan sebatas berhenti pada kata “benda”. Semoga tulisan
ini bermanfaat.
--Peace, Love, and Syari’
~aisyah asyafiyah~
Sempurna
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (1)
Kau begitu sempurna. Dimataku kau begitu indah. Bagiku... Inilah perasaan yang mestinya tumbuh mekar dan merekah bersama teman hidup yang halal. Sekalipun tidak ada yang suci di muka bumi ini, tapi bukankah ada banyak yang begitu baik dan santun?. Itupun sempurna. Menemukan kebaikan demi kebaikan dari pasangan tanpa musti bersusah payah mencarinya adalah kenikmatan yang tidak terbantahkan. Dan rejeki adalah tidakperlunya bersusah payah melupakan atau menutup mata dari keburukannya sebab teramat sedikit hal itu kamu temui darinya.
Nyatanya, aku dan dia telah sampai dititik ini. Pernikahan. Sebuah kata yang memang benar-benar memberikan ketenangan, menghapus kegalauan perasaan, mengecup habis kecemasan yang dulu lalu lalang. Pernikahan memang penuh dengan kejutan demi kejutan yang alhamdulillah begitu manis dan akan tetap manis sebab ada iman dan ilmu. Pernikahan membawa kita pada penemuan-penemuan diri, pada banyak harapan dan sesekali menimbulkan kecemasan yang begitu baru sama barunya dengan perasaan digenggam mesra oleh dirinya. *ehem* Semoga perasaan baru ini tidak menemukan kata usang, kata habis atau kata hilang melainkan dengan barakah semua ini selalu tumbuh dan subur di sepanjang perjalanan yang baru saja dimulai.
pernikahan adalah penyempurna,
bersamamu its perfect,
alhamdulillah
~*aisyah asyafiyah*~
Pray...
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
O Allah, bless our marriage and let it be a means for us
to become closer to You in love and devotion.
Let it be a source of untold blessings, happiness and joy
O Allah, let our marriage be a way for us and our families to enter Jannah
O Allah, protect our marriage from the whispering of Shaytan.
Give us the strength to live together in justice, equity, love and, mercy
O Allah, let this marriage bring untold blessings to us individually, to our families, and our children InshaAllah
O Allah, bless us with children who will be a source of great joy and happiness.
O Allah, give us the love which you had blessed Muhammad, Allah's Peace and blessings be upon him, and Khadija with, May Allah be pleased with her
Ameen Ya Allah
Love ur wife
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
♥♥
When she sips on your coffee …or drink.
She only wants to make sure it tastes just right for you!!
Love ur wife ♥
When she has annoying little habits that drives you nuts
You have them too!!
Love ur wife ♥
When her cooking is bad
She tries for you!!
Love ur wife ♥
When she spends hours to get ready..
She only wants to look herself best for you!!
Love ur wife ♥
When she buys you gifts you don’t like..
She puts in all her savings for u!!
Love ur wife ♥
When often her eyes water suddenly..
She actually had a thought of loosing you!!
.
Take time to make her feel special in every way you can & even if you don’t..
.
SHE’LL LOVE YOU ANYWAY!!!
coz its never been about “HER”, its always all about “YOU” in her world….
Remember~
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
Just for the sake of ALLAH
Tell your spouse “I love you” regularly.
Always say please and thank you.
Never demand anything one of another, but ask kindly with respect.
Husbands, don't act like as if you own your wife. Support them they are your companions
Wives don’t nag your husbands. If they have been too busy to get something done for you, and you have already asked them a number of times, try asking them after you have done something nice for them. You will find this goes over much better then telling them for example “I have been asking for two months now to fix the leaking tap.
Husband, thank your wife for each meal, when laundry is done and for how well your clothes have been folded, and when the home is cleaned and what a clean house she keeps. Wives, when your husband fixes something around the home thank him and when he brings home his cheque tell him what a good provider he is.
Each day ask the other if there is anything you can do for them.
You both need to be patient with each other’s weaknesses and faults.
Be always seeking what you can put into the marriage.
Pray daily for each other.
Keep a list of the things your spouse asks you to do. When your spouse asks you to do something make sure you put it on your list and put a date beside it so you know how long it has been there.
Never discuss each others past faults and mistakes in front of other people. While your spouse may laugh along with you and not say anything about it later, you may have hurt them deep down.
Don’t allow a disagreement to escalate into an argument and certainly not in public or in front of your children.
Prophet Muhammad (peace be upon him) said “The best of you are those who are best to their wives.." [Tirmidhi, 3895]
-- from FP : Sisters
Love Him
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
When you marry a man, love him.
After you marry him, study him.
If he is honest, humour him.
If he is generous, appreciate him.
When he is sad, cheer him.
When he is quarrelsome, ignore him.
If he is slothful, spurn him.
If he is noble, praise him.
If he is confidential, encourage him.
If he is secretive, trust him.
If he is jealous, cure him.
If he favours society, accompany him.
When he deserves it, kiss him
Let him think how well you understand him.
But never let him know that you manage him.
>>*We love our husband for the sake of Allah Subhanahu WaTa'ala..*<<
Our beloved sallalahu alaihi wa sallam said:"When a husband and wife look at each other with LOVE,ALLAH will look at them both with mercy"
[Bukhari]
The Best Husband
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
1. Shows good character and good manners towards his wife.
2. Doesn’t slack when it comes to the rights of his wife.
3. Does not check out any other woman other than his wife.
4. Learns and practises Islam and teaches his wife too.
5. Is there for his wife during times of distress.
6. Keeps his cool even when his wife hurts his feelings.
7. Appreciates his wife and forgives small mistakes.
8. Helps out with household chores and doesn’t just leave them to the wife.
9. Does his best to raise their children in an Islamic way.
Renungan Untuk Suami
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
oleh : Ustd. M.Fauzil Adhim Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya. Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia? Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit. Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.
Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam mengjadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan. Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapu anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang. Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia. Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.
Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan intuk itu?“
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan. Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda.
Yang jelas, ada pengakuan untukknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak adal lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karema merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW,”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. “wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah.”kata Rasulullah SAW melanjutkan.” kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.” Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.
Satu hari setelah publikasi Pernikahan~
Sabtu, 14 September 2013
13 September 2013
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
"Lagi-lagi pernikahan bukanlah prestasi, apalagi yang disebut dengan nikah muda.
Lagi-lagi senangnya nikah yang orang bilang muda itu adalah
tergantung menikah dengan siapa dan membawa niatan apa.
Lagi-lagi pernikahan bukanlah semata bertemu dan bersatu
tapi juga berbagi dalam keakraban.
Lagi-lagi tetap ada komunikasi yang akan sangat dirindukan, yaitu
komunikasi yang ada diantara sahabat-sahabat,
will miss you and always be!"
--lo(ve)
InsyaAllah semoga prosesnya barakah hingga 29.September.2013~
Menikah dan Dinikahi
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
Pernikahan bukanlah perkara
sederhana, sekalipun membawa perasaan sederhana. Jika seseorang telah ingin
menikah dan telah siap dengan dengan keadaan diri serta berani mengambil
konsekuensinya, tiada ada yang berhak menghalanginya, kecuali alasan syari.
Pernikahan berarti membawa masa lalu kita, dan menerima masa lalunya,
memperjuangkan masa kini, dan berani menjadikannya teman juang pada segala bentuk
rahasia-rahasia di masa depan, yang adalah kehendak-Nya. Pernikahan berarti
mempersatukan tidak hanya dua manusia melainkan dua keluarga besar dengan
berbagai karakter, kriteria, kondisi sekaligus permasalahannya.
Ketika seseorang memutuskan untuk
menikah, ia haruslah yakin bahwa orang yang akan ia nikahi adalah ia yang
benar-benar ia inginkan untuk menghabiskan hidupnya, orang yang ia inginkan
untuk ia bagi kebahagiaan, orang ia percaya untuk membantu kita menyelesaikan
permasalahan, orang yang kamu yakini dapat memberikan senyum termanisnya ketika
diluar sana ada wajah-wajah ketus dan menyakitkan, orang yang kamu percaya
untuk membesarkan anak-anakmu, orang yang kamu percaya mampu menjadikan dirimu
dan dirinya lebih berkualitas dan terangkat drajatnya dihadapan-Nya. Dan
perasaanmu harus yakin, dia-lah yang benar-benar kamu inginkan dan benar-benar
membuatmu mempertaruhkan kesetiaan yang murni, ditengah ketidakramahan dunia
ini. Pilihlah ia yang kamu yakini benar, mau kamu bagi dengan berbagai potret-potret
itu, dan merahasiakannya.
Seseorang slalu berhak untuk
memilih, dan slalu berhak untuk menolak. Namun, menjadikan pernikahan sebagai ladang
ibadah adalah keharusan yang tak bisa ditawar-tawar. Sebab itu, pilihlah ia hati-hati
dengan mengusahakan kelurusan hati, istikharah, matang-matang. Bukan sebab
ketakutan tidak mendapat jodoh, tidak sesuai dengan kebiasaan sekitar atau
sebab sudah waktunya, atau sebab banyak teman sudah menikah. Pilihlah sebab
kamu yakin, ketika dengannya ia akan menjaga kehormatanmu, dan kamu menjaga
kehormatannya, ia akan mengenalkanmu kepada yang lebih sejati, dan mampu
menguatkanmu dengan keberadaannya, ia yang mampu menjadi seorang ibu dan ayah
yang baik atau sebagai seorang menantu dan paman/tante yang baik pula. Pilihlah
ia yang membuatmu tidak takut untuk bermimpi dan mewujudkannya. it’s mean lihat
kembali akhlak, adab dan agamanya. Itulah sejatinya memilih karena Allah.
Ketika kilasan pikiranmu berkata “Kapan
ya aku nikah?” atau banyak orang bertanya “kapan nikah?” Tiliklah kembali
hatimu, sebab bersabar itu baik, dan mengambil kesempatan ketika telah siap-pun
juga tak kalah baiknya. Pernikahan bukan berlomba, pernikahan tidak melulu
tentang romantisme, pernikahan hanya babak baru untuk memaksimalkan ibadah dan
memperluas manfaat serta pembelajaran.
Ingatlah beberapa hal lagi, dalam
perkara mempersiapkan diri… jangan menjadikannya untuk mendapatkan pasangan,
bukankah itu berarti hijrah demi mengharapkan wajah mereka? Lantas jika begitu
dimana posisi pengharapan pada wajah-Nya? Jadilah kamu baik, sebab kamu memang
harus baik, jadilah kamu beriman sebab kamu memang harus beriman, jadilah kamu
bermanfaat karena memang kamu harus bermanfaat, dan tingkatkanlah ibadahmu
sebab kamu memang harus melakukannya. Jadilah kamu mandiri dan berusaha, sebab
memang kamu harus mandiri dan selalu berusaha. Bukan perkara demi orang lain
atau siapapun. Don’t stop to be better!
Sekilas Pernikahan Mereka
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
kemarin saya mendengar kajian,
seorang ikhwan dengan tinggi 190cm,
menikah dengan akhwat dengan tinggi 120cm.
dulu saya menonton reality show,
seorang wanita dengan sebelah kakinya,
menikah dengan seorang lelaki yang bertanggungjawab,
dan mereka berhasil menjadi konsultan pernikahan
saya juga menonton,
seorang perempuan cukup cantik dan sholehah,
menikah dengan seorang lelaki buta,
yang dulunya dikenal 'nakal' dan tlah bertaubat
saya juga menonton,
seorang perempuan cantik dan cerdas,
menikah dengan lelaki yang mengalami gangguan bicara,
saya juga menonton,
seorang suami yang senantiasa menjaga,
istri-nya yang mengidap penyakit lupus
sungguh ini bagai sebuah pembagian yang adil,
tidak ada dari mereka yang meninggalkannya,
atau berpaling setelah "dulu dikejar-kejar"
setelah "manis-nya hilang"
sebab memang kesejatian cinta adalah karena-Nya,
lantas kemudian keridhoan kita memilih/menerimanya.
bukan berasas pada kepentingan dunia,
melainkan kepentingan akhirat.
semoga seperti itu, selalu selamanya, bertumbuh.
ah, saya juga ingin mengalami.
kesejatian cinta dari hati.
hati yang kokoh dan tangguh.
karena-Nya.
27 Mei 2013
~*aisyah asyafiyah*~
tinggalah di surga dunia
Label:
Baity Jannaty
/
Comments: (0)
~*tinggalah di surga dunia*~
.: morningshare, 06 august 2013, 09:15:.
di dunia ini, seharusnya tiada ada tempat beristirahat,
tempat dimana kita paling merasa aman,
tempat paling teduh dan merasa nyaman, selain rumah
rumah pulalah tempat terbaik untuk tumbuh-kembang diri,
tak hanya dalam fisik dan psikis melainkan juga intelektual,
rumah adalah tempat pendidikan, pengasuhan,
dan tempat berbagi kasih bagi inti sistem paling penting,
bernama keluarga... sebab itu.. memilih dan membangun rumah,
adalah tugas yang teramat penting, dan hal sepenting ini...
tentulah telah diatur dalam islam..
tidak hanya pasangan yang memiliki kriteria,
rumah juga memiliki kriteria,
dan secara umum inilah idealnya ia :
(1) ia dekat dengan masjid
(2) tetangga berakhlak baik
(3) luas dan indah
(4) tidak kumuh
(5) ada dokter dan ustadz
tiada lupa juga fungsi rumah adalah membuat
penghuninya merasa aman dan terjaga,
sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
saat memilih, membeli atau membangun rumah
demi terciptanya ketenangan jiwa, semisal kriteria ini :
(1) rumah yang memiliki ruang tidur yang cukup,
sebab islam memerintahkan untuk memisahkan
kamar tidur ayah-ibu dengan anak-anaknya,
dan anak perempuan dan laki-laki tentulah terpisah,
terlebih perlu juga pemisahan kamar mandi
(2) rumah yang memiliki ruang tidur tamu,
sebab tamu adalah tamu bisa jadi ia bukanlah yg mahram,
atau juga kamar yang disediakan khusus untuk pembantu
sebab itu kehormatan mereka harus terjaga,
agar tuan rumah pun dapat menjadi lebih terhormat
(3) adakanlah ruang khusus untuk berkhalwat dengan-Nya,
yang membuat diri begitu nyaman dan tentram berlama-lama
mengaduh-bersimpuh dihadapan-Nya serta ruang ini mampu
meningkatkan kualitas diri dalam sisi spiritual-religiusitas,
maupun sisi intelektualitas
(4) adakanlah ruang khusus untuk anak-anak,
sebab... perkembangan anak begitu unik dan istimewa
sebab itu butuh fasilitas dan pengkondisian tersendiri
sehingga ibu yang berilmu tiada perlu mendzaliminya
(5) sesuai dengan sunnah, salah satu hal keahlian
yang perlu dimiliki adalah keahlian berenang,
sayangnya banyak sekali kekhawatiran atas kemudharatan
yang terjadi bila menggunakan fasilitas kolam renang umum,
sebab itu membuat kolam renang di rumah,
bukanlah suatu hal yang terkesan mewah sebab keutamaannya,
sebab ia bisa menjadi salah satu bentuk penjagaan dan hijab
(6) kloset yang tidak menghadap ke arah kiblat
atau membelakanginya~
dan ada beberapa hal yang juga begitu penting dalam menentukan rumah :
(1) tiada dibangun dari harta riba atau haram
(2) tiada perlu dicampur dg syirik (hari baik, primbon, fengshui, jimat,
jin)
(3) tiada perlu menempelkan gambar-gambar makhluk hidup
(4) tiada perlu rumah menjadi beban untuk orang lain
ada beberapa budaya yang perlu dibangun didalamnya :
(1) budaya tanpa tv / acara tak mendidik
(2) budaya tanpa kata negatif (ucapan/musik)
(3) budaya menasehati
(4) budaya membaca al-baqarah
(5) budaya membaca buku
(6) budaya berlomba dalam kebaikan dan beramal
maka semoga kita bagian dari rumah surga di dunia ini,
dan menjadikan penghuninya semakin tenang dan tentram,
dalam ketaatan dan beramal kepada-Nya~
sehingga di surga dunia, kita mampu menata dan berhitung,
untuk membeli rumah di surga sana, yg dekat dg rasulullah,
dan para sahabatnya... aamiinallahumaamiin~
barakallahu fiik~
~*aisyah asyafiyah*~


