Rss Feed

ShoutMix chat widget

Mau seperti ini?
Click aja disini---> Kumpulan Blog Tutorials
Tampilkan postingan dengan label lo(ve). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lo(ve). Tampilkan semua postingan

Kembali dan Pamit



Masya Allah, ternyata sudah begitu lama aku tidak menulis blog, kurang lebih satu tahun tidak menulis blog. Ah, blog yang aku sayangi... yang menemaniku melewati masa-masa remaja dan mengawali dewasa awal hingga memasuki lembaran bernama pernikahan.

Saat menulis ini, aku kembali.. namun juga sekaligus mengucapkan selamat tinggal. Bukan meninggalkan dunia blog melainkan mengganti dengan akun yang lain, sebab... rasanya blogku "syafiyah inside" memiliki citarasa yang berbeda dengan apa yang kini kujalani sebagai seorang istri dan ibu muda. Rasa-rasanya butuh tema baru, menu baru, label baru, brand baru yang berbeda dari syafiyah inside. Keputusan ini bulat, dan tidak bisa diganggu gugat.

Sekali lagi dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku ucapkan terimakasih penuh cinta, syukur, rindu dan kecup manis kepada blog kesayanganku ini~ Terimakasih sudah setia menemani dinamika dan perubahan dalam hidupku. Semoga apa yang kutulis bisa bermanfaat, menjadi amal jariyah.. dan semoga yang tidak syar'i dihilangkan, diampuni sehingga tidak memberatkan amalan burukku.

demikian catatan terakhir dari saya,
mohon maaf apabila ada salah

wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

[aisyah asyafiyah]


Kangen


"Mengapa menunggu beberapa jam tampak begitu berat dibanding menunggu 22 tahun 5 bulan dalam menanti kepulanganmu? Sungguhnya kalau kamu mau tahu, nyatanya sudah sejak lama aku kangen kamu. Dan akan terus kangen kamu. Jauh sebelum 36 jam lalu sejak kamu tidak disisiku. Ataupun 27 hari lalu saat pertama kali kita bertemu. Kangen itu ada. Bedanya, dulu aku tidak mengenalmu. Dan bedanya lagi... kini rasa kangennya jauh lebih kuat setelah aku mengenalmu. Aku kangen kamu, tapi... pulanglah nanti-nanti, agar temu menjadi lebih merindu." -- lo(ve)

Kematian

"Jika kematian harus datang, maka ia datang. Melepas ikhlas adalah cara terbaik. Dan melanjutkan hidup adalah solusi terindah. Tak ada yang perlu dirisaukan. Kematianpun adalah sapaan yang pasti datang bagi mereka yang terlahir, tak terkecuali saya-dia-mereka-kita" -- lo(ve)

Sederhana


Saya paling suka menempatkan perasaan dengan "SEDERHANA" kalau kata penulis terkenal Saparjdjo, "Seperti api membakar kayu". Saya paling suka mengenal orang lain dengan cara "Sederhana" berteman dengan "Sederhana", membenci-pun dengan "sederhana" apalagi yang namanya mencintai ia harus "sederhana" kalau nggak sederhana ya kayaknya bukan cinta. Sebab saya percaya dengan sederhana, kita menyakini bahwa perjalanan pertemanan-hubungan-hela nafas-perjuangan kita nggak cuma hanya disini yaitu hingga ke keabadian.

Naaah, begitu pula dalam urusan Jodoh. Sederhana saja. Kalau di perjalanan saya bilang nggak ada yang "heboh" ya memang nggak ada yang "heboh", nggak ada tuh yang perlu diembel-embeli hal spesial. Cemas? Yaelah, setiap hari bukankah kita mengalami kecemasan, cuma sebab dan bentuknya aja yang beda. Gak usah lebay. Dheg-dheg-an? Ya namanya juga orang hidup? Grogi? Lebih grogi kalau disuruh "pengakuan dosa". Santai!

"Berbunga-bunga gak ve?" Bahasa apa-apaan tuh? -,-" Satu-satu-nya hal yang saya ingat tentang berbunga-bunga adalah saat diajak teman ke islamic book fair. Atau saat dibelikan gamis syari' sama mamah. Beeeeh.. nikmat yang tidak terlupakan deh! Kebetulan saya orangnya jujur.

Nah, jadi apa yang mau saya bicarakan? Begini... Hidup adalah hidup, kunci yang Allah kasih ada 2 : Syukur dan Sabar. Anggap saja semua yang ditulis adalah bentuk rasa syukur, dan tentunya dicatat sebagai DAKWAH. Aaammmiin. Namun, yang perlu sama kita yakini adalah jodoh itu adalah pasangan kita saat ini, nah bagaimana kita tahu dia jodoh kita? Saat dia "SAH DALAM AKAD". Kalau masih yang namanya PACARAN, apalagi HTS-an namanya bukan JODOH. Kalau dalam masa TUNANGAN (eh gak ada tunangan) atau yang kerennya disebut KHITBAH itu juga bukan JODOH, baru CALON.

Yang perlu kita ingat Allah punya KUASA, ia bisa menetapkan sesuatu yang baik atau buruk baik kepada orang beriman atau barbar sekalipun. Dan tugas kita adalah meminta yang namanya KESELAMATAN dalam doa-doa dan tingkah laku amalan kita! (Dan ingat, doa itu bisa seperti bola yang dilempar ke dinding mental lagi ke kita, jika kita doa baik ke orang lain semoga doa itu juga mental ke kita, aaammmiin).

Kita tidak tahu besok pagi kita masih ada USIA atau tidak, kita tidak tahu kedepannya semua akan seperti apa. Apakah si CALON atau si PACAR (#EhGakAdaPacaranDalamIslamDeng) hanya Allah-lah yang tahu dan menetapkannya. Jadi... "SEDERHANA" saja.

Namun, yang perlu kita tahu... lakukanlah semua dengan kebaikan yang sederhana sejak dini, sekalipun kecil, sekalipun remeh. Memupuk perasaan APAPUN juga dengan sederhana baik kecewa, kesal, marah, sedih, bahagia, suka, gempita, porak-poranda APAPUN-lah.

Cuma saya pikir ada satu hal yang sebaiknya jika bisa lebih ngapain harus sederhana, yaitu memupuk KEIMANAN, kalau bisa lebih dalam ber-Iman mengapa tidak...?

Jadi, kita sepakat kan untuk sederhana dalam memiliki rasa? #DariDuluKali~ ^^

Peace, Love, and Syari' -- lo(ve)

Cuma Allah



"Ya, cuma ALLAH yang bisa kasih HIDAYAH, dan cuma atas kehendak-Nya kita (semoga, aammiin) ada dalam lingkup ke-ISTIQOMAH-an.

atas kehendak yang cuma dimiliki ALLAH-lah,
AKAL kita bisa ber-STRATEGI, bagaimana caranya mendakwahi tanpa melukai sekaligus masih dalam kurun SYARI'.
AKAL kita bisa ber-SINERGI, bagaimana caranya dakwah bisa diterima tanpa bermaksud menggurui.

Dan perasaan kita ia cuma bertugas memupuk, bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah KEHENDAKNYA, dan sebagaimana ajaran ISLAM, perasaan cuma butuh berserah.

Dan AKAL kita akan bergerak bangkit dan menebar berjuta-juta-juta KEBAIKAN" -- lo(ve)

Titipan


Yup, hidup itu titipan, beserta embel-embel kecantikan, kekayaan, teman, anak, suami, istri, ibu, adik, bisnis, sepatu, baju. Semua titipan. Sebab ia titipan ia harus DIJAGA, jangan sampai LALAI menyebabkan ia diambil, hilang, lenyap. Namun, jika sudah dijaga dan ia HILANG, ya sudah itu yang TERBAIK, yang punya itu toh ALLAH, kita hamba, yang cuma dititipin. Yang bisa kita usahakan adalah BERSYUKUR atas apa yang kita miliki, dan bersabar dalam keta'atan. Toh, bukankah selain yang nampak-nampak itu ALLAH juga menitipkan kita "KEKUATAN" akal dan hati..? KEKUATAN yang jauh lebih besar dan mungkin tidak terbatas. Kekuatan yang kita gunakan untuk meningkatkan KEIMANAN, menebar KEBAIKAN dan KEBENARAN, kalau kekuatan ini digunakan untuk hal itu, saya yakin kok ALLAH akan kasih titipan-titipan yang lain yang Ia percaya untuk kita JAGA.

Peace. Love. and Syari' -- lo(ve)

Menikah only View


"Semua perempuan suka-nya pasti sama yang MAPAN, pasti deh... apalagi kalau dia masih MUDA, terlebih terkenal dengan ALIM dan suka NGAJI. Wuih, tidak semua bisa menjadi lelaki seperti dia, rezeki namanya. Semua laki-laki sukanya pasti sama yang CANTIK, pasti deh... apalagi kalau dia (awet) MUDA, terlebih terkenal dengan KEIBUAN dan PRESTASINYA. Wuih, tidak semua bisa menjadi perempuan seperti dia, rezeki juga namanya. Sayangnya.. siapa ditetapkan dengan siapa, kembali lagi pada-Nya, siapa mau dengan siapa dibalikkan lagi dengan niatannya, siapa kenapa dengan siapa dibalikkan lagi dengan takdirNya, siapa bagaimana dengan siapa cek lagi usahanya." #IstiqomahDalamKebaikan

Kata




"di dunia ini ada miliaran kata. dan selalu ada perasaan yang tidak bisa diungkapkannya. ada begitu banyak kalimat perintah. dan selalu ada orang yang enggan atau begitu gemar menggunakannya. di dunia ini ada kata-kata pedas. dan ada orang yang menjadikannya makanan sehari-hari. ada pula kata-kata motivasi. namun tak banyak menggerakkan. di dunia ini ada banyak kata yang tidak bisa dikerjakan. di dunia ini ada kata-kata yang begitu mudah dilupakan. dan didunia ini, yang menyedihkan adalah kata-kata baik yang tidak banyak memperbaiki. its feel like losing its self. atau terlalu banyak kata yang meminimkan kerja its nothing" -- lo(ve)

Nilai Diri




"Jika kita terlalu sibuk menilai harga orang lain,
kita akan lupa bagaimana tak ternilainya kita" -- lo(ve)

Warning : Harapan



"memberi harapan kosong itu berbahaya. menjadikan suatu harapan sebagai satu-satunya itu juga berbahaya. hidup tanpa harapan lebih berbahaya. mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kita juga bahaya. hidup semata-mata untuk harapan orang lain, berbahaya sekali. menyianyiakan harapan orang yang berharga bagi kita? lebih bahaya. namun tidak cukup berbahaya jika menyiakan harapan orang yang tidak pernah menghargai kita. sayangnya seringkali berharganya kita ditimbang dari seberapa banyak harapan mereka terpenuhi. lantas rupa pengharapan itu sesungguhnya bagaimana...? mungkin tanda "warning".." --lo(ve)